Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Poppy Dharsono Kreasikan Kain Bali di Koleksi Busana Terbaru

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 27 Feb 2015 07:24 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moh. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Selama empat dekade berkarya, Poppy Dharsono tetaplah seorang Poppy Dharsono. Dalam artian konsisten dan setia dengan gaya rancangan busana mengangkat kain wastra Tanah Air. Berbagai siluet yang khas Poppy dengan gaya klasik elegan kembali ditampilkan oleh desainer yang mulai mendirikan label sejak 1977 itu.

Ya, memegang prinsip. Prinsip yang dianut oleh Poppy adalah selama ia sebagai desainer merasa bahagia dengan apa yang telah ia kreasikan, maka ia merasa tetap harus bersinggungan dengan tren yang ada, “Karena saya sudah memiliki pattern yang ada,” jelasnya.

Begitupun saat menampilkan karya terbarunya di hari pertama Indonesia Fashion Week, Kamis (26/2/2015) di Jakarta Convention Center (JCC). Poppy yang biasanya bermain dengan batik, kali ini memeragakan sesuatu yang baru, yaitu mengangkat kain Endek Bali. Namun siluetnya tetap mengikuti rancangan Poppy Dharsono pada koleksi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Setelah selama lima tahun saya mengekspos Jawa Tengah, kini perhatian saya sedang fokus pada kain Endek Bali,” terang Poppy Dharsono.

‪Sebanyak 20 busana karya Poppy yang terdiri atas dress dan outer masing-masing dipadupadankan dengan atasan, rok, dan celana. Dipentaskan pada pekan mode tahunan yang sudah keempatkalinya diselenggarakan di Jakarta.
‪Di tangan Poppy, kain Endek dengan motif beragam; motif pucuk misalnya, bertransformasi menjadi mini dress yang menawan. Pada koleksi lain, kain Endek berwarna gelap dibuat menjadi celana panjang dan outer bertabur payet. Sebagai padanan Poppy membuat atasan sederhana berwarna senada.

Sedangkan untuk kain Endek berwarna cerah, Poppy berkreasi dengan menjadikannya sebuah jaket yang dipadu dengan sifon dan tank top berwarna senada.‬ Tampilan yang lebih glamour disuntikkan Poppy lewat aplikasi payet di beberapa bagian. Rancangan khas Poppy lainnya adalah rok lebar dengan dalaman tulle yang dibuat berpotongan crop atau menggantung di area mata kaki. Kemudian ada celana jodhpur yang dipadu bersama atasan terinspirasi dari potongan beskap.

‪Bukan hanya Poppy desainer senior yang tampil di sana, ada pun Agnes Budhisurya. Rancangannya tampak ringan dan melambai, kebanyakan dibuat dari material sifon yang atasnya dilukis batik. Padanannya pun dibuat sederhana, misalnya dengan legging.

Di awal, Agnes menawarkan material emas yang dijadikannya dress berpotongan minimalis. Model memakai scarf dengan teknik lukisan batik di atas kain sifon sebagai padanannya.

"Saya menampilkan perpaduan antara teknik batik tradisional dengan canting dan kuas lukis. Pewarnaannya dengan kuas jadi timbul gradasi gelap terang. Saya harap perpaduan ini bisa jadi pengembangan corak batik. Dengan kuas saya bikin pola baju. Saya tempatkan plot utamanya, saya kasih tanda mulai saya gambar sesuai cut yang saya inginkan," ungkap Agnes saat berbincang dengan Wolipop di lain kesempatan di Bluegrass, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2015).

Kedua desainer mengeluarkan 20 set busana kali ini. Masing-masing mengeluarkan koleksi dengan sentuhan kain ataupun motif bergaya Indonesia. Meski kini telah banyak desainer muda lain yang hebat saat ini, namun Poppy dan Agnes mengaku optimis untuk dapat bersaing di industri mode Indonesia.

"Saya kira kalau kita terus berdedikasi dilakukan dengan hati dan kesungguhan, kita pasti tidak akan tersisihkan. Kita punya klien yang sudah cinta karya kita. Kita tinggal tahu di mana target market kita," tambah Poppy.

(asf/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads