Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Saran dari Dua Desainer Senior Untuk Para Desainer Muda

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 23 Feb 2015 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/ Wolipop
Jakarta -

Berkarya 4 dekade di industri mode Tanah Air, nyatanya tak membuat dua desainer senior, Poppy Dharsono dan Agnes Budhisurya takut eksistensinya akan terenggut dengan banyaknya desainer muda yang ada kini. Diakui kedua desainer, tentu banyak perbedaan kontras antara industri mode dulu dan sekarang.

Diceritakan oleh Poppy Dharsono, desainer lulusan Esmod, Paris itu dulu para desainer lebih mandiri dalam berkarya. Dalam artian mengusahakan sendiri dari mulai proses produksi sampai distribusi. Bahkan detail kecil seperti kancing ataupun aksesori lainnya pun dibuatnya sendiri.

"Pasar Indonesia itu besar. Yang penting kita selalu eksis dan terus ada dengan mereka. Sekarang lebih enak, sekarang semua barang komplit. Fasilitas yang ada untuk berkembang jadi lebih mudah," ujar desainer yang pertamakali meluncurkan karyanya di tahun 1977 itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyaknya sekolah mode yang ada sekarang ini juga membuat industri mode Tanah Air semakin berkembang kedepannya. Ditambah lagi dengan banyak media untuk memudahkan seruan publikasi, membuat nama desainer baru akan cepat terangkat karya-karyanya.

Meski begitu, desainer senior lainnya, Agnes Budhisurya juga melihat jika desainer muda saat ini kurang bekerja keras dalam suatu karya. Meski tak seluruhnya demikian, namun Agnes mengakui karya akhir mereka tetap menarik dilihat.

Agnes yang dikenal dengan rancangan busana memadukan seni lukis sejak tahun '90-an itu memberi pesan bagi para desainer muda untuk selalu belajar dan melakukan eksplorasi. Paling penting, desainer lulusan arsitektur di Universitas Gajah Mada (UGM) itu mengingatkan para desainer untuk mencari sesuatu yang baru dan bukan membajak karya orang lain.

"Belajar untuk bekerja. Jangan merasa sudah bisa. Kembangkan juga kain wastra, karena saya pikir batik tidak ada yang jelek apalagi kalau sudah ditangani dengan cermat oleh para desainer," ujar Agnes.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads