Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Batu Akik & Fashion

Ini Saran Desainer Perhiasaan Jika Wanita Ingin Pakai Batu Akik

wolipop
Rabu, 18 Feb 2015 17:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Tren batu akik memang tengah booming. Industri batuan vulkanik yang biasa diminati kaum lelaki untuk dijadikan mata cincin tersebut sedang tumbuh pesat beberapa waktu belakangan. Tak hanya dijual di pusat perhiasan, saat ini gerai akik dadakan bahkan banyak ditemukan di pinggir jalan.

Mereka yang berburu barang ini umumnya melihat keindahan batu berdasarkan kejernihan, motif, atau warna. Para penggemar atau kolektor akik tak jarang mencari batu dari berbagai daerah di Indonesia dan rela merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah. Bukan cuma disukai 'bapak-bapak' kabarnya pria muda pun sudah banyak yang jadi peminat. Bagaimana desainer perhiasan ternama Rinaldy Arvianto Yunardi melihat hal ini?

"Penggemar akik memang nggak akan ada habisnya ya. Tapi kalau tatanan yang klasik (bentuk oval) di fashion sih masanya sudah lewat," ungkap Rinaldy saat diwawancara via telepon, Rabu (18/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rinaldy, di dunia fashion akik sudah bukan menjadi tren namun lebih kepada sebuah kesukaan atau hobi. Ia sendiri sudah lama tidak menggunakan jenis batuan ini pada koleksinya. Pria 45 tahun tersebut terakhir kali mengaplikasikan akik di tahun 2002. Kala itu ia menggunakan batu-batu akik yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia.

Meski identik dengan 'bapak-bapak', Rinaldy menganggap jika akik masih bisa diterapkan untuk aksesori wanita. Ketika meluncurkan koleksi perhiasan bermaterial akik 14 tahun yang lalu, ia bahkan mengaplikasikannya pada kalung, anting, gelang, hingga tas. Kepantasan akik sebagai pemanis dari aksesori wanita, menurutnya tergantung dari desain yang dihadirkan.

"Itu tergantung bagaimana sang desainer menuangkannya. Buat saya akik dijadikan anting atau kalung bagus asal desainnya keren. Akik yang berukir modern bisa cantik jadi cincin. Kalau bentuknya oval jadi terlihat kuno seperti bapak-bapak," saran Rinaldy.

Akik yang dianggap spesial karena hadir dengan cerita atau arti tersendiri ini memang jarang dicari wanita. Rinaldy berpendapat hal tersebut dikarenakan sifat perempuan yang jarang melihat sebuah perhiasaan dari sisi artinya. Mereka kebanyakan lebih menilai keindahan sebuah aksesori dari segi desain. Berbeda dengan pria yang kerap memilih sebuah perhiasaan berdasarkan maknanya.

"Kalau laki-laki kan melihat batu ini ada pengertiannya, misalnya bisa gampang dapat rezeki, dan lain-lain. Kalau perempuan biasanya yang penting cantik." ujar desainer kelahiran Medan tersebut.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads