Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Indonesia Fashion Week Kembali Digelar, Hadirkan 230 Desainer

wolipop
Selasa, 17 Feb 2015 17:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Salah satu perhelatan mode besar Indonesia, Indonesia Fashion Week (IFW) akan kembali diadakan. Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu akan digelar selama empat hari, tepatnya pada 26 Februari hingga 1 Maret 2015. Pekan mode yang hendak memasuki tahun ke-empatnya tersebut masih mengambil tempat di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.

‎Gelaran yang diharapkan dapat menjadi tanda kebangkitan fashion Indonesia ini akan dimeriahkan oleh 747 brand, 230 desainer dan kurang lebih 2.500 tampilan busana. Perancang yang akan berpartisipasi di 32 fashion show sebagian datang dari luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan, India serta Australia. Beberapa nama desainer lokal yang akan memamerkan koleksi terbaru di antaranya Ivan Gunawan, Itang Yunasz, Lenny Agustin dan Anne Avantie. Sementara dari luar negeri dua di antaranya Siddhart Shashankan (India) dan Steven Tach (Jepang). Diperkirakan akan ada lebih dari 100 media yang meliput rangkaian acara baik dari dalam maupun luar negeri.

Tahun ini, jadwal IFW juga diprediksi semakin padat. Jika di 2014, IFW hanya menggunakan satu panggung, kali ini akan ada dua panggung yang disediakan untuk memamerkan busana para perancang, yakni di Hall A dan Hall B. Selain itu terdapat pula Cendrawasih Hall yang akan menampung 160 booth busana muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ajang kali ini pun didukung penuh oleh pihak pemerintah. Ada empat kementerian yang berpartisipasi, di antaranya Kementerian Pariswisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. IFW memang direncanakan untuk menjadi salah satu perwujudan visi Indonesia sebagai pusat mode dunia.

"‎IFW memang menjadi partner dari pemerintah untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia pusat mode dunia di tahun 2025. Di 2015 kita mulai melangkah dengan pengembangan busana muslimah," ujar Dina Midiani selaku direktur IFW saat konferensi pers di Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2015).

Busana muslim memang menjadi penggerak pemula dari perwujudan visi tersebut. Bahkan pemerintah telah mencanangkan bahwa pada 2019 Indonesia akan menjadi kiblat fashion untuk moslem wear. Selaku Ketua IFW, Dina pun menekankan maksud dari pusat mode di sini yakni tempat terciptanya tren, desain, produksi, aktivitas, serta perdagangan fashion yang menghasilkan bisnis.

Demi mewujudkan hal tersebut IFW pun menyediakan wadah ‎pertemuan bagi produsen lokal dengan para buyer internasional. Tahun ini ada sekitar 24 buyer yang didatangkan dari luar negeri. Mereka akan bertemu dalam gelaran pameran dagang B2B (Business to Business) yang bakal menampilkan 100 brand lokal peserta program Indonesia Business Fashion Development.

Selain zona B2B, IFW 2015 juga menyuguhkan berbagai program demi mendukung geliat fashion Tanah Air. Beberapa program tersebut, antara lain kampanye "Fashionable People, Sustainable Planet", seminar Indonesia Trend Forecasting 2016 hingga Local Movement yang didukung Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk meningkatkan kualitas ekspor fashion.

"Program-program bisnis kita adakan karena kita juga harus giat di bisnis. Jangan sampai setelah banyak event fashion, setelah masyarakat melek mode, mereka malah beli yang internasional," ujar Dina.‎

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads