Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Paris Haute Couture 2015

5 Koleksi Haute Couture Paling Ditunggu: Chanel Sampai Dior

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 29 Jan 2015 15:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Kota Paris tengah menjadi pusat berkumpulnya perancang couturier yang menyuguhkan koleksi gaun-gaun mewah hasil jahitan tangan dan detail rumit nan eksklusif seharga ratusan juta sampai miliaran rupiah. Selama sepekan Paris Haute Couture, sejumlah desainer memberi drama tak terlupakan dengan teknik jahit dan detail yang membuat terkesima. Berikut adalah koleksi-koleksi desainer Haute Couture yang paling ditunggu dengan dramanya.

1. Chanel

Menyulap runway Paris menjadi supermarket high-fashion, mengadakan show di lumbung peternakan, membuat para model berdemo di runway kemudian memberi dekorasi klasik nan mewah di sebuah hotel. Tangan ajaib Karl Lagerfeld untuk Chanel kembali memberi suguhan yang fantastis kepada pecinta mode. Di Paris Haute Couture, sang creative director membangun taman yang seluruhnya terbuat dari kertas origami. Seperti yang dilaporkan situs Style, butuh waktu 6 bulan untuk membuat 300 bunga kertas sebagai set dekorasi Chanel malam itu. Bayangkan dekorasi yang membuat tercengang, ditambah kreasi gaun-gaun dengan detail pengerjaan yang rumit. Bunga-bunga dalam bentuk 3D sampai sequin di atas busana yang didominasi warna pastel dan material sheer, menjadi langkah maju ke musim semi meskipun masih di bulan Januari yang dingin.

2. Christian Dior

Raf Simons memberi sentuhan berbeda untuk koleksi Dior, yang kali ini dibuat lebih melambai ringan, tak seperti koleksi couture umumnya. Detail lipit, perpaduan warna dan motif geometris ala '70-an, kemudian diselingi gaun penuh detail payet dan rok midi A-line ala ladylike. Dua konsep kontras yang digambarkan sebagai perjalanan dari romantisme masa lalu menuju era space-age dan ide-ide akan masa depan. Presentasi ini pun ditujukannya untuk menghormati sosok musisi David Bowie, yang disebutnya membawa banyak perubahan pada budaya pop. Tak heran dalam koleksinya, bodysuit dengan tabrak motif abstrak, warna cerah sampai beda material mendominasi panggung runway.

3. Valentino

Rumah mode Valentino turut menampilkan koleksi terbarunya yang dirancang oleh duo desainer Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli. Seperti DNA rancangan Valentino, duo desainer ini banyak menampilkan gaun-gaun romantis penuh tulle berbordir hingga mantel kulit domba yang tebal dan penuh dengan aplikasi detail. Drama tak hanya tampil lewat bordir di atas material sheer menerawang namun gaun diisi dengan puisi-puisi yang dibordir tangan di atasnya. Menurut Dailymail, beberapa gaun dijahit tangan dan memakan waktu sampai 3.000 jam untuk membuatnya.

4. Jean Paul Gaultier

Ada 'kegilaan' yang selalu menarik dari setiap koleksi yang dipamerkan Jean Paul Gaultier (JPG). Kembali ke runway setelah vakum sejak September lalu, JPG merayakannya dengan tema pernikahan dalam '61 Facons de Se Dire Oui' atau 61 Cara Untuk Katakan Ya. Para 'pengantin' mengenakan rok tulle, veil, celana pendek ataupun panjang dengan potongan maskulin yang tegas, dan juga denim. Suntikkan drama diberi sang desainer lewat busana yang berbeda konsep di masing-masing sisi, misalnya bagian kiri adalah jumpsuit dengan celana namun dikanan terlihat seperti gaun dengan rok tulle. Supermodel Naomi Campbell menutup pertunjukkan dengan kostum anggrek, lengkap dengan daun dan plastik; seolah menggambarkan ia adalah buket bunga para pengantin.

5. Atelier Versace

"Kembali ke bentuk tubuh wanita sebenarnya, yaitu curvy atau memiliki lekuk," menggambarkan garis rancangan Atelier Versace dalam koleksi couture kali ini. Gaun seksi memeluk tubuh dalam warna yang solid antara hitam, putih, merah dan biru royal tampil polos tak seperti standar couture lainnya (hampir seluruhnya tampil dengan detail cut-out dalam potongan clean minimalis), sampai di set busana ke-14, barulah tampil payet berkilau yang menambah kemewahan dari rancangan rumah mode Prancis ini. Tampak jika Versace bereksperimen dengan memberi volume pada beberapa gaun, mengingat hampir seluruh koleksinya menampilkan siluet tubuh.
(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads