Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Iwan Tirta Private Collection Buka Butik Terbesar di Plaza Indonesia

wolipop
Kamis, 29 Jan 2015 09:58 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Iwan Tirta Private Collection baru saja meresmikan butik terbarunya di Plaza Indonesia. Butik dengan nama Iwan Tirta Private Collection Galeria Grand Hyatt itu memiliki luas yang lebih besar daripada cabang lain. Tak hanya lebih luas tapi memiliki koleksi yang lebih lengkap dari galeri lainnya.

"Flagship store ini memiliki koleksi terlengkap mulai dari haute couture, ready to wear, kain, home accessories, dan juga wall decoration. Flagship ini lebih besar dari yang lain, luasnya sekitar 130 meter persegi," ujar Johannes Bima, CEO Iwan Tirta Private Collection, saat berbincang dengan Wolipop di galeri terbaru Iwan Tirta Private Collection, Plaza Indonesia, Lantai 3, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2015).

Bima mengatakan konsep butik terbaru ini sangat homey. Bila butik lain memakai kaca transparan dari luar, galeri Iwan Tirta tidak demikian. Dari depan sudah terlihat eksklusif dengan dinding hitam pekat sehingga tak bisa melihat ke arah dalam. Hanya tampak empat manekin menggunakan batik dan logo Iwan Tirta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuk lebih ke dalam, aroma bunga melati sudah tercium untuk membuat pelanggan merasa nyaman. Kemudian akan terdengar alunan masik Jawa dan Anda sudah bisa melihat kain batik tulis dengan motif Iwan Tirta yang tampak glamour.

Di bagian tengah toko terdapat empat pilar besar melambangkan pondasi yang kokoh. Ruang tersebut juga digunakan untuk menjamu pelanggan yang datang. Tata ruang terinspirasi dari ruang tamu sang maestro almarhum Iwan Tirta.

"Inspirasi ruang tamunya seperti mendiang Pak Iwan. Kita mau memberikan juga identitas pemilknya. Pak Iwan suka yang simpel dan homey, inspirasinya memang dari rumah," tambah Bima.

Secara keseluruhan butik terbaru Iwan Tirta minimalis tapi tetap bernuansa Jawa. Di beberapa bagian, kain batik berukuran besar dengan motif batik tulis yang indah digunakan sebagai hiasan dinding. Pencahayaannya pun tidak dibuat terang seperti toko lain tapi lebih redup agar pelanggan merasa seperti di rumah.

Di sisi kiri butik terdapat herritage wall yang menampilkan foto-foto mendiang Iwan Tirta. Herritage wall ini selalu ada di setiap galeri Iwan Tirta Private Collection. Namun ada satu yang berbeda yaitu disuguhkannya hiasan meja yang menunjukkan proses pembuatan batik tulis.

Bima menuturkan bahwa pembuatan batik tulis itu tidak mudah. Butuh waktu tiga hingga dua belas bulan untuk menyelesaikan satu kain. Tidak hanya waktu tapi juga banyak pengrajin yang melakukannya.

"Proses yang paling simpel saja 3 sampai 12 bulan dan nggak hanya satu orang. Yang mencanting bisa beberapa orang dan harus melibatkan pria dan wanita. Kalau wanita sendiri nggak kuat saat proses pewarnaan, kalau pria sendiri, pria nggak teliti dan kurang sabar saat mencanting, jadi harus dua-duanya," tambahnya.

Koleksi-koleksi Iwan Tirta tersebar di seluruh butik. Koleksi yang disimpan di galeri tersebut merupakan yang termewah dan eksklusif. Galeri ini juga diharapkan bisa menjadi tempat untuk menjamu para turis mancanegara yang menginap di Grand Hyatt.

(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads