Intimate Interview

Mengenal Vina Muliana, Pemenang None Jakarta Pertama yang Berhijab

- wolipop Senin, 19 Jan 2015 14:40 WIB
Dok. Instagram Vina
Jakarta -

Kontes Abang dan None (Abnon) Jakarta merupakan salah satu ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh para anak muda. Dengan bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Betawi, acara yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1968 ini setiap tahunnya memilih dua orang pemenang yang akan mengharumkan nama Tanah Air di kancah internasional.

Salah satu yang terpilih sebagai pemenang di tahun lalu adalah Vina Muliana, perwakilan None Jakarta Selatan yang berhasil menyabet gelar None Jakarta 2014. Pada awalnya, wanita yang akrab disapa Vina ini sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan menang. Alasannya sederhana, karena ia menggunakan hijab.

"Waktu namaku dipanggil untuk dinobatkan sebagai None Jakarta 2014, aku kaget banget. Karena belum pernah ada dalam sejarah perhelatan Abnon, seorang None Jakarta yang terpilih menggunakan hijab," jelas wanita yang berhijab sejak kelas 1 SMA ini saat diwawancara Wolipop melalui e-mail beberapa waktu lalu.

Wanita 21 tahun ini bukan bermaksud untuk tidak mau percaya pada kemampuan diri sendiri, namun ia tidak mau berharap banyak karena Abnon sendiri merupakan pemilihan duta wisata yang hampir sama dengan kontes kecantikan pada umumnya. Peserta yang terpilih harus mengikuti karantina dan diberikan pembekalan materi dari berbagai macam bidang. Mulai dari sejarah dan kebudayaan betawi, public speaking, kepariwisataan, hingga kemampuan berbahasa asing.

Terlebih lagi dirinya adalah satu-satunya kontenstan yang berhijab pada saat itu. Sempat pula tebersit dibenaknya, adalah suatu kemungkinan yang kecil dan bisa dibilang mustahil jika seorang none yang mengenakan hijab bisa terpilih sebagai pemenang dalam ajang pemilihan bergengsi tersebut. Namun rupanya Tuhan berkata lain.

"Pada malam itu, aku belajar sesuatu. Sekarang aku 100% percaya bahwa hijab yang aku pakai ini bukanlah suatu hambatan bagi seorang muslimah untuk dapat selalu berkarya dan berprestasi. Karena tidak ada yang tak mungkin di dunia ini apabila kita mau bersungguh-sungguh," jelas mahasiswi jurusan agroteknologi Universitas Padjadjaran ini.

Selama mengikuti pemilihan Abnon, banyak pengalaman berharga yang didapatnya. Wanita kelahiran 1994 ini berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang yang ahli dalam bidang tertentu, belajar dan bertukar pikiran, hingga mendapatkan teman-teman baru dari berbagai latar belakang yang berbeda. Menurutnya hal ini sangat berguna dalam memperluas jaringan pertemanan.

Tak hanya itu saja, selama menjabat sebagai None Jakarta, dirinya berkesempatan untuk mempromosikan Jakarta dalam acara kebudayaan baik di dalam maupun luar negeri. Seperti yang dilakukannya pada bulan September 2014 lalu, wanita yang hobi membaca ini bertolak ke Seoul, Korea Selatan untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta dalam penandatanganan kontrak di pembukaan Asian Games ke-17.

"Bulan November kemarin juga aku pergi ke Berlin, Jerman sebagai perwakilan Jakarta di acara Jakarta Berlin Art Festival dalam rangka memperingati 20 tahun hubungan sister city antara Berlin dan Jakarta. Biaya tiket pesawat, hotel, akomodasi, semuanya gratis," ujarnya lagi.

Satu hal yang sangat diingatnya hingga kini, hijab yang dikenakannya tidak akan mempengaruhi perspektif masyarakat luas akan Jakarta maupun Indonesia. Justru ia malah merasa bangga dengan hijabnya.

"Dengan menggunakan hijab, saya bukan hanya menunjukkan identitas sebagai muslimah, namun juga dapat ikut membangun citra yang baik bagi Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di Indonesia, dan kita harus bangga akan hal itu," ringkasnya menutup perbincangan.

(int/eny)