Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Komunitas Hijab

Hijabers Community, Wadah Pengembangan Diri untuk Wanita Muda Berjilbab

wolipop
Senin, 17 Nov 2014 09:56 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Intan Kemala Sari/Wolipop
Jakarta -

Perkembangan wanita berhijab kini semakin banyak di Indonesia. Bahkan para hijabers juga membentuk komunitas yang saat ini sudah mulai beragam. Para wanita muda ini berusaha membuat wadah untuk berkumpul dan melakukan kegiatan-kegiatan positif. Di antara banyaknya komunitas yang ada, salah satu yang paling sering terdengar adalah Hijabers Community (HC).

HC didirikan oleh desainer muda Jenahara pada tahun 2010. Bersama 30 orang temannya, wanita 29 tahun itu baru meresmikan komunitas ini pada Maret 2012 silam. Komunitas hijabers muda tersebut semakin dikenal dan diikuti oleh banyak hijabers di seluruh Indonesia.

Kini penyebarannya anggotanya sudah semakin luas, tak hanya di Jakarta tapi juga kota-kota besar Indonesia seperti Bandung, Yogyakarta, Padang, Aceh. Melalui peranan media sosial seperti Twitter dan Facebook, antusiasme yang ditunjukkan oleh para muslimah sangat besar. Saat ini pengikutnya sudah sekitar 97 ribuan berdasarkan akun Twitter resminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya menjadi ajang untuk kumpul-kumpul, HC juga kerap kali melakukan berbagai kegiatan sosial. Namun karena wanita yang akrab disapa Jehan itu merasa kegiatan yang dilakukan masih belum maksimal, ia kemudian mengajak rekannya Syifa Fauzia untuk mengembangkan HC.

Jehan yang mengaku tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan lalu menyerahkan jabatannya sebagai ketua HC pusat kepada Syifa. Diberikan tanggung jawab yang besar, awalnya Syifa sempat ragu dan bingung karena khawatir terjadi perbedaan pendapat antara keduanya.

"Setelah acara-acara kita berjalan, banyak kesamaan visi misi antara Hijabers Community pusat dan cabang Jakarta. Jadi ke depannya kita mencoba untuk tetap membuat kegiatan rutin," papar wanita kelahiran 14 Mei 1984 ini ketika berbincang dengan Wolipop di Branche Bistro, Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (15/11/2014).

Salah satunya kegiatan rutin yang diadakan adalah pengajian dengan menghadirkan ustadz atau ustadzah. Kajian yang diadakan setiap bulan ini biasanya dilakukan di masjid yang strategis dan mudah dijangkau seperti Masjid Bank Indonesia, Masjid Al-Azhar Kebayoran, dan Masjid Al Bina Senayan.

Tidak hanya pengajian saja, komunitas ini juga rajin mengadakan kegiatan amal berupa bakti sosial. Dalam waktu dekat ini mereka juga berencana akan mengadakan perjalanan wisata dengan melibatkan anak-anak panti asuhan. Syifa yang kini resmi menjabat sebagai ketua HC merasa senang dan bangga atas apresiasi yang diberikan dari para hijabers lainnya.

"Banyak juga hijabers yang antusias ikut acara-acara ini. Saya inginnya euforia ini jangan sampai hilang dan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain agar lebih sering membuat kegiatan positif ini," ujar wanita yang pernah menjadi wartawan Trans7 itu.

Saat ini, pengurus inti HC berjumlah 29 orang yang datang dari berbagai latar belakang berbeda. Bahkan beberapa di antaranya sedang menempuh pendidikan di luar negeri namun masih menyempatkan diri untuk bergabung. HC juga tak jarang merekrut anggota baru untuk menyebarluaskan komunitas ini hingga semakin banyak yang bergabung.

"Kalau datang ke pengajian, bisa langsung jadi anggota. Cukup isi data diri dan bayar Rp 10 ribu saja, nanti langsung dapat kartu anggotanya," ringkasnya menutup perbincangan.

(int/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads