Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Converse Tuntut H&M dan 30 Brand Lain Karena Tiru Desain

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 16 Okt 2014 14:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dari kiri ke kanan: Converse All Star, Fila dan Bobs
Jakarta -

Apa yang ada di pikiran Anda ketika bicara tentang Converse? Sepatu saat sekolah, lusuh, makin kotor makin nyaman, sol karet putih dan lambang bintang Converse Chuck Taylor di sisi sepatu. Begitulah Converse dengan desainnya yang ikonik dan bisa dibilang 'timeless' untuk semua generasi.

Namun tanpa disadari, desain itu kini tak hanya bisa Anda lihat dari Converse, melainkan retailer high-street lainnya. Sebut saja H&M, Kmart, Skechers, Ed Hardy sampai Ralph Lauren. Demi mempertahankan eksistensi dari desainnya yang ikonik, Converse berakhir dengan menuntut 31 brand yang meniru bentuk sepatunya.

Beberapa brand yang dituntut ke pengadilan tersebut adalah H&M, Kmart, Fila, Shenzhen Foreversun Industrial Co., Nowhere Co. Ltd, Skechers, Wal-Mart, Ed Hardy dan beberapa brand dari retailer global sampai perusahaan di China juga Jepang. Converse mengangkat isu plagiat karena 31 brand tersebut meniru dari mulai sol sampai atas sepatu, semua elemen yang telah jadi trademark Converse sejak tahun 1932.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dikutip dari New York Times dan Fashionista, tuntutan itu dilayangkan ke 22 pengadilan berbeda pada hari Selasa (14/10/2014) lalu di pengadilan Brooklyn, Amerika.

"Tujuannya agar mereka menghentikan produksi plagiat seperti ini. Aku pikir kita cukup beruntung ada di sini untuk menjadi saksi kepemilikan apa yang kita anggap sebagai salah satu ikon Amerika," ujar Jim Calhoun, chief executive Converse.

Converse berusaha melindungi trademark-nya beberapa tahun terakhir ini, apalagi dengan brand besar Nike di belakangnya (Nike mengakuisisi Converse pada tahun 2003). Converse telah mengadukan sampai 180 kasus plagiat oleh para kompetitor sejak tahun 2008.

Converse pertamakali memperkenalkan sneaker pertamanya untuk pemain basket, All Star pada tahun 1917. Sepatu itu pun dipakai oleh atlet basket Amerika, Chuck Taylor dan kemudian ia bergabung dalam perusahaan itu pada tahun 1920-an. Gaya sepatu itu pun dinamai dengan namanya.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads