Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pakai Benang Emas Songket Palembang, Dian Pelangi Rilis Busana Lebaran

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 10 Jul 2014 18:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Lima desainer memamerkan karya terbarunya di Fashion Atrium, Kota Kasablanka, Kuningan, Kamis (10/7/2014). Mereka adalah Dian Pelangi, Jenahara, Nur Zahra, Norma Moi dan Restu Anggraini. Kelima desainer masing-masing menghadirkan empat set busana dalam trunk show yang diadakan oleh program Indonesia Fashion Forward (IFF).

Dian Pelangi di tahun ini menghadirkan koleksi bertajuk Royal Ramadan. Jika di tahun sebelumnya, Dian menampilkan busana yang terkesan kasual dan feminin dengan dominasi warna cerah seperti fuschia ataupun ungu, kali ini desainer asal Palembang itu menghadirkan koleksi yang lebih glamour. Dengan warna putih yang tetap menjadi palet dasarnya.

Warna putih itu kali ini dipadukan bersama nuansa keemasan dari benang emas songket Palembang. Bahan songket yang tebal tersebut dijadikan sebagai outer ataupun aksen busana, namun dipadu dengan bahan yang lebih ringan agar komposisinya terlihat seimbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya saja songket yang dijadikan jaket peplum dengan hiasan payet dan sulaman di bagian depan. Jaket itu dipadu dengan dress putih panjang berpotongan A-line. Kemudian ada coat double button dengan potongan tegas terstruktur mulai dari bagian pundaknya. Menurut Dian, koleksinya ini sudah bisa didapatkan di butiknya dengan harga mulai dari Rp 400 ribuan sampai Rp 8,5 jutaan.

Selain Dian, koleksi Jenahara juga menarik perhatian. Koleksi dari Jenahara didominasi warna gelap, misalnya hitam ataupun marun. Potongan yang sederhana namun tegas dengan aksentuasi payet keemasan di bagian pundak ataupun pinggang menghadirkan identitas si desainer yang khas dengan gayanya yang edgy namun tetap cantik.

Selain itu, Windri Dhari dengan labelnya Nur Zahra juga ikut tampil di panggung tersebut. Koleksi yang dibawanya di panggung IFF kali ini adalah yang ia tampilkan di Tokyo Fashion Week beberapa waktu lalu. Diungkapkan sang desainer, Nur Zahra menyajikan teknik layering yang modern. Koleksinya tak terkesan berat meski dengan metode tumpuk karena memakai bahan yang juga ringan.

"Jadi tekniknya layering, ada dua scarf misalnya dalam satu look. Lalu batik kita juga dibuat dalam lima tahap jadi sama layering juga atau tumpuk-bertumpuk," terang Windri Dhari, desainer Nur Zahra seusai show.

Dua desainer busana muslim yang baru masuk dalam jajaran desainer program Indonesia Fashion Forward, Norma Moi dan Restu Anggraini juga ikut tampil. Keduanya menghadirkan busana yang kasual dengan warna cerah.

(asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads