Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jadi Inspirasi Hijabers, Dian Pelangi dan Alyssa Soebandono Terima Penghargaan

wolipop
Rabu, 25 Jun 2014 20:26 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Zalora
Jakarta - Tren busana muslim di Indonesia kian berkembang setiap tahunnya. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh karya-karya desainer Indonesia yang semakin bervariasi. Tidak hanya itu, peran para wanita berhijab yang semakin kreatif dalam memadupadankan busana mereka juga menjadi salah satu faktor berkembangnya tren fashion busana muslim di Tanah Air.

Untuk itu, situs belanja online Zalora dan Kementrian Perindustrian dan Ekonomi Kreatif memberikan penghargaan bagi para desainer, selebriti, selebgram juga hijabers Indonesia. Penghargaan ini diberikan karena mereka dianggap telah menjadi sumber inspirasi hijabers lainnya.

Penerima penghargaan tersebut diantaranya Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Jenahara menjadi tiga perancang muda yang menerima penghargaan tersebut. Ada pula ikon fashion muslimah yaitu Alyssa Soebandono dan Zaskia Adya Mecca. Shireeenz dan Zahratul Jannah, yang merupakan ikon komunitas hijab selebriti Instagram pun terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut. Tujuan pemberian penghargaan ini agar para pelaku fashion muslim semakin kreatif ke depannya.

Selain memberi penghargaan, Zalora juga mengukuhkan dirinya sebagai situs belanja yang ikut mendukung untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat mode muslim Asia di tahun 2018, dan kiblat fashion muslim dunia di 2020. Bekerjasama dengan Kemenparekraf dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Zalora ingin berperan serta dalam pengembangan tren fashion busana muslim Indonesia. Oleh karena itu Zalora kini semakin memperbanyak koleksi busana muslim dari desainer lokal.

Managing Director Zalora Indonesia Magnus Grimeland mengatakan, ini menjadi langkah awal Zalora untuk mendukung fashion muslim di Indonesia agar semakin berkembang.

"Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pangsa pasar busana muslim terbesar dari seluruh negara. Itu bisa menjadi peluang Indonesia menjadi pusat muslim dunia di 2020," ujar Magnus di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2014).

Selain Magnus, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pun mengimbau agar para pelaku di industri fashion terus berinovasi agar bisa mewujudkan mimpi Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia. Mari menyarankan para pelaku di industri fashion muslim harus berani meningkatkan penjualan sampai ke luar negeri. Peningkatan penjualan bisa dilakukan dengan belanja online.

"Kita bisa memajukan busana muslim Indonesia dengan bisnis online. Namun tujuannya harus pasar luar negeri seperti yang telah dilakukan Zalora. Mudah-mudahan dengan ini bisa semakin mengembangkan muslim fashion di Indonesia. Saya berharap mereka (turis) datang ke Indonesia tak hanya ingin lihat Bali tapi juga lihat fashion busana muslim Indonesia," tutur Mari saat memberikan sambutan di awal acara.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads