Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tips Mencuci Pakaian Karya Desainer dari Oscar Lawalata

wolipop
Rabu, 18 Jun 2014 19:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi/Wolipop
Jakarta - Bagi Anda para pecinta fashion pasti sudah akrab dengan istilah ready to wear atau pakaian siap pakai. Rangkaian ini adalah koleksi busana desainer ternama yang bisa diaplikasikan pada gaya keseharian. Karena berasal dari perancang terkenal dan dibeli dengan harga yang cukup mahal, para pengguna pun kerap berhati-hati menjaga busana favorit agar tak cepat rusak. Tak ingin pusing atau salah mencuci, banyak dari mereka yang memutuskan untuk membawanya ke tempat jasa pencucian.

Menurut perancang ternama Indonesia, Oscar Lawalata sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan. Dengan sedikit ketelitian, sebenarnya Anda bisa lebih menghemat pengeluaran. Caranya adalah dengan memperhatikan instruksi pada label pakaian. Di sana, biasanya sudah tertulis jenis bahan pakaian dan bagaimana harus mencucinya. Dengan mengikuti instruksi pada label tersebut Anda pun tak perlu ragu menentukan cara pencucian pakaian ready to wear rancangan desainer.

"Kalau laundry terus bisa-bisa nanti harga cuci lebih mahal dari harga baju. Karena memang tidak semua orang bisa membedakan jenis bahan dengan tangan, lihat saja di tag-nya. Memang terkadang orang suka malas," ujar Oscar saat ditemui di peluncuran mesin cuci terbaru Samsung di Rumah Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2014).

Saat ini memang telah hadir mesin cuci dengan teknologi tinggi yang dapat mengatur cara pencucian berdasarkan bahan. Namun Oscar menambahkan bahwa masih ada beberapa busana yang sebaiknya dicuci dengan cara konvensional yakni menggunakan tangan. Hal tersebut juga dilihat berdasarkan material yang digunakan.

Menurut kakak dari pesinetron Mario Lawata itu bahan-bahan yang fragile atau mudah rusak dan berbahan tipis sebaiknya tidak ikut dimasukan ke dalam mesin cuci. Busana dengan material brokat Prancis, tenun, serta batik tulis paling baik dicuci perlahan dengan tangan dan tidak langsung terpapar sinar matahari ketika dijemur. Bahan-bahan itu juga cenderung sensitif dengan deterjen sehingga pemilihannya juga harus diperhatikan.

"Ada juga model pakaian tertentu yang jangan dimasukkan mesin cuci seperti bustier dan jas. Karena ada lining di dalamnya yang bisa rusak kalau dicuci dengan mesin," saran desainer yang akan mengangkat tenun pada karya terbarunya itu.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads