Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

JFFF 2014

Didiet Maulana Hadirkan Garis Budaya Bernafas Modern Lewat Modifikasi Lurik

wolipop
Minggu, 18 Mei 2014 22:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta - Panggung Jakarta Fashion and Food Festival 2014 (JFFF) dimanfaatkan desainer Didiet Maulana untuk unjuk koleksi busana terbaru Ikat Indonesia, pada Minggu (18/05/2014). Bertajuk 'Garis-garis Budaya Nusantara', koleksi spring summer ini mengangkat kain lurik dalam nafas modern yang dihadirkan lewat siluet pas badan serta potongan simple.

Ada sekitar 54 set busana yang didominasi warna-warna tanah dan gelap seperti hitam, putih dan merah dengan percikan coral dan pink. Lurik yang diolah Didiet bersama para pengrajin dari Klaten dan Yogyakarta ini sedikit berbeda dari biasanya. Ada kombinasi warna dan motif baru yang membuat tampilan kain tenun ini jadi baru dan lebih modern.

"Warna-warna yang digunakan nggak standard. Motifnya juga merupakan kombinasi dua pattern, antara garis besar dan halus. Lalu bahan yang digunakan juga lebih baik kualitasnya," tutur Didiet saat konferensi pers di Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Didiet juga menghadirkan lurik berbahan sutera yang lebih nyaman digunakan. Lurik sutera sebenarnya bukanlah material baru yang diciptakan oleh desainer berkacamata ini. Sejak dulu lurik sutera pun telah telah, namun memang tidak terlalu populer ketimbang lurik berbahan katun. Misi Didiet adalah memopulerkan kembali material yang masih terbilang langka ini.

Lurik ala Ikat Indonesia hadir dengan konsep busana ready to wear dan casual. Dibuat dengan desain yang playful, seperti cropped top, jaket, sweater, coat, serta gaun-gaun berpotongan pas badan hingga bervolume di bagian bawah. Ada pula celana pipa, bermuda serta vest.

Rancangan Didiet menjadi lebih unik dengan kombinasi antara lurik dan tenun Endek dari Bali. Perpaduan garis geometris dan motif tribal menyatu secara apik tanpa ada yang terkesan 'tumpang tindih.' Sebagai elemen pelengkap, Didiet juga menambahkan detail payet, manik-manik, bulu imitasi serta sedikit corak emas pada kain.

Lewat rancangannya, Didiet memiliki misi memopulerkan lurik ke generasi muda. Ia ingin menyampaikan bahwa kain tradisional tidak hanya untuk dikenakan saat pesta tapi juga untuk sehari-hari. Oleh sebab itulah desainer yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitektur ini lebih fokus pada busana siap pakai.

"Mudah-mudahan orang ikut terinspirasi pakai kain lurik ini. Orang jadi tertarik melirik background yang terkandung dari motif lurik," tutupnya.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads