Laporan dari London
Gaun 3-D Christopher Kane & Inspirasi Oriental Erdem di Pekan Mode London
wolipop
Selasa, 18 Feb 2014 15:33 WIB
Jakarta
-
Hari ke-4 London Fashion Week, Senin (17/02/2014) tepat pukul 10:00 pagi waktu London dimulai dengan acara fashion show Christopher Kane. Desainer kelahiran Skotlandia ini, memulai kariernya bekerja untuk Giles Deacon dan Rusell Sage. Alumni jebolan Central Saint Martins ini sudah memenangkan beberapa penghargaan pada tahun 2009 dan 2011.
Pada British Fashion Award 2013 yang berlangsung pada bulan Desember, Kane berhasil menyabet penghargaan bergengsi yaitu Womenswear Designer award. Ciri khas rancangannya pada musim-musim lalu adalah warna warna neon, sedangkan tahun ini Christopher Kane menunjukkan rancangan awalnya dengan warna warna yang didominasi hitam dan abu-abu.
Kali ini Kane bereksperimen dengan garmen yang tampak seperti lembaran kertas buku. Pada saat dikenakan model, terlihat seperti efek tiga dimensi. Tidak menduga akan kehadiran gaun tersebut, langsung menjadi perhatian dan sorotan utama di mata audiens musim ini. Tak lupa dengan detail-detail kreatif bentuk sepatu yang unik dan kreasi sweater yang cukup eksentrik. Tak salah bila Christopher Kane diganjar dengan award bergengsi karena memang terbukti hasil rancangannya sangat kreatif dan tidak terduga-duga.
Pukul 11:00 pagi waktu London, acara kemudian dilanjutkan dengan Roksanda Illincic. Desainer yang berasal dari Belgrade ini memulai kuliahnya di bidang arsitektur dan kemudian meneruskan pendidikan masternya di Central Saint Martins. Dengan ciri khas desainnya yang selalu mengedepankan warna warna terang yang berani, baju rancangannya juga mengaburkan batasan antara gaun daywear dan eveningwear. Seolah-olah memberikan makna bahwa gaun rancangannya dapat digunakan dalam berbagai acara dan berbagai waktu yang sangat fleksibel.
Para penggemar rancangan Roksanda Illincic datang dari kalangan VIP seperti Kate Middleton, Michelle Obama, Samantha Cameron (istri perdana mentri Inggris), Kiera Knightley, Jessica Chastain, Gwyneth Paltrow dan Penelope Cruz. Untuk rancangannya koleksi tahun ini didominasi oleh bentuk tanda panah berwarna biru, ada hal menarik ketika pengunjung memasuki shownya, terdapat banyak warna biru pada semua bagian dinding dengan tanda panah. Tidak disangka motif tersebut juga ternyata terdapat dalam baju rancangannya untuk musim Fall/Winter 2014.
Perhatian utama tertuju pada sabuk dengan gold-plated dan sepatu brogues yang berwarna-warni. Walaupun Roksanda Illincic mendesain bajunya dengan tema color-blocking serta dipadu padankan dengan warna yang berbeda, namun tetap membuat percampuran warna tersebut masih tetap selaras dan serasi.
Acara berlanjut dengan pagelaran busana dari Erdem pukul 12:00 siang waktu London. Desainer dengan nama lengkap Erdem Moralioglu ini lahir dan dibesarkan di Montreal, Canada. Ia kemudian hijrah dan belajar di Royal College of Art. Setelah lulus dengan gelar Master kemudian Erdem memulai karirnya di New York bekerja untuk Diane Von Furstenberg. Yang kemudian dia hijrah kembali ke London dan memulai labelnya sendiri yang dinamakan Erdem.
Mengedepankan gaya baju yang feminin adalah trademark utamanya. Untuk peragaan Fall/Winter 2014, tampaknya Erdem terinspirasi oleh perayaan Imlek yang baru saja berlalu, karena terdapat hal yang tak lazim, yaitu terbentangnya karpet berwarna merah sebagai lantai runway fashionnya. Audiens juga diputarkan lagu yang terdengar sayup seperti lagu berbahasa cina. Dan benar saja dalam baju rancangannya Erdem mengedepankan bahan yang tampak seperti bahan baju cheongsam berwarna keemasan dengan potongan yang tidak biasa. Koleksi runway selengkapnya bisa dilihat di sini. Christoper Kane, Erdem.
(fer/fer)
Pada British Fashion Award 2013 yang berlangsung pada bulan Desember, Kane berhasil menyabet penghargaan bergengsi yaitu Womenswear Designer award. Ciri khas rancangannya pada musim-musim lalu adalah warna warna neon, sedangkan tahun ini Christopher Kane menunjukkan rancangan awalnya dengan warna warna yang didominasi hitam dan abu-abu.
Kali ini Kane bereksperimen dengan garmen yang tampak seperti lembaran kertas buku. Pada saat dikenakan model, terlihat seperti efek tiga dimensi. Tidak menduga akan kehadiran gaun tersebut, langsung menjadi perhatian dan sorotan utama di mata audiens musim ini. Tak lupa dengan detail-detail kreatif bentuk sepatu yang unik dan kreasi sweater yang cukup eksentrik. Tak salah bila Christopher Kane diganjar dengan award bergengsi karena memang terbukti hasil rancangannya sangat kreatif dan tidak terduga-duga.
Pukul 11:00 pagi waktu London, acara kemudian dilanjutkan dengan Roksanda Illincic. Desainer yang berasal dari Belgrade ini memulai kuliahnya di bidang arsitektur dan kemudian meneruskan pendidikan masternya di Central Saint Martins. Dengan ciri khas desainnya yang selalu mengedepankan warna warna terang yang berani, baju rancangannya juga mengaburkan batasan antara gaun daywear dan eveningwear. Seolah-olah memberikan makna bahwa gaun rancangannya dapat digunakan dalam berbagai acara dan berbagai waktu yang sangat fleksibel.
Para penggemar rancangan Roksanda Illincic datang dari kalangan VIP seperti Kate Middleton, Michelle Obama, Samantha Cameron (istri perdana mentri Inggris), Kiera Knightley, Jessica Chastain, Gwyneth Paltrow dan Penelope Cruz. Untuk rancangannya koleksi tahun ini didominasi oleh bentuk tanda panah berwarna biru, ada hal menarik ketika pengunjung memasuki shownya, terdapat banyak warna biru pada semua bagian dinding dengan tanda panah. Tidak disangka motif tersebut juga ternyata terdapat dalam baju rancangannya untuk musim Fall/Winter 2014.
Perhatian utama tertuju pada sabuk dengan gold-plated dan sepatu brogues yang berwarna-warni. Walaupun Roksanda Illincic mendesain bajunya dengan tema color-blocking serta dipadu padankan dengan warna yang berbeda, namun tetap membuat percampuran warna tersebut masih tetap selaras dan serasi.
Acara berlanjut dengan pagelaran busana dari Erdem pukul 12:00 siang waktu London. Desainer dengan nama lengkap Erdem Moralioglu ini lahir dan dibesarkan di Montreal, Canada. Ia kemudian hijrah dan belajar di Royal College of Art. Setelah lulus dengan gelar Master kemudian Erdem memulai karirnya di New York bekerja untuk Diane Von Furstenberg. Yang kemudian dia hijrah kembali ke London dan memulai labelnya sendiri yang dinamakan Erdem.
Mengedepankan gaya baju yang feminin adalah trademark utamanya. Untuk peragaan Fall/Winter 2014, tampaknya Erdem terinspirasi oleh perayaan Imlek yang baru saja berlalu, karena terdapat hal yang tak lazim, yaitu terbentangnya karpet berwarna merah sebagai lantai runway fashionnya. Audiens juga diputarkan lagu yang terdengar sayup seperti lagu berbahasa cina. Dan benar saja dalam baju rancangannya Erdem mengedepankan bahan yang tampak seperti bahan baju cheongsam berwarna keemasan dengan potongan yang tidak biasa. Koleksi runway selengkapnya bisa dilihat di sini. Christoper Kane, Erdem.
(fer/fer)
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Olahraga
Cukup Satu Alat! Latihan Lebih Variatif di Rumah dengan B-STRONG BS-10 yang Adjustable dan Multifungsi
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut & Berkilau dengan Perawatan Premium dari Jepang!
Perawatan dan Kecantikan
Airbot Aria HyperStyler, Satu Alat, Banyak Gaya Rambut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED











































