Jakarta
-
Brand sepatu dan akesori, Jimmy Choo sempat diberitakan akan dijual. Namun, pendirinya membantah dengan meluncurkan parfum yang akan rilis tahun depan.
Jimmy Choo, brand sepatu ternama yang berdiri sejak tahun 1996 akan segera meluncurkan parfum tahun depan. Tamara Mellon, presiden Jimmy Choo telah menandatangani kontrak 12 tahun dengan InterParfums, perusahaan yang menangani parfum berlabel di dunia seperti Burberry, Lanvin dan Paul Smith.
Rumor mengenai peluncuran parfum Jimmy Choo telah beredar dalam dunia mode. Mellon tidak merahasiakan bahwa ia membayangkan parfum sebagai "bagian yang integral dari wardrobe modern"
Seperti yang dikutip dari femalefirst, Mellon berkata,"ini selalu menjadi visi saya untuk sepenuhnya menciptakan aksesori wanita dan menciptakan aroma wanita merupakan bagian integral dari wardrobe modern. Saya berharap untuk membawa visi hidup saya ke dalam aspek penting ini".
Di sisi lain, business woman asal Inggris yang memiliki seperlima saham dari label Jimmy Choo membantah bahwa ia berencana menjual perusahaan senilai US$ 800 juta. Mellon menjelaskan," Saya tidak akan pergi. Ada banyak pertumbuhan bisnis yang bisa saya manfaatkan. Kami melihat semua peluang bisnis yang berbeda dan sulit untuk mengetahui mana yang terbaik sampai kita mencobanya," ujarnya.
(eya/eya)
Jimmy Choo, brand sepatu ternama yang berdiri sejak tahun 1996 akan segera meluncurkan parfum tahun depan. Tamara Mellon, presiden Jimmy Choo telah menandatangani kontrak 12 tahun dengan InterParfums, perusahaan yang menangani parfum berlabel di dunia seperti Burberry, Lanvin dan Paul Smith.
Rumor mengenai peluncuran parfum Jimmy Choo telah beredar dalam dunia mode. Mellon tidak merahasiakan bahwa ia membayangkan parfum sebagai "bagian yang integral dari wardrobe modern"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, business woman asal Inggris yang memiliki seperlima saham dari label Jimmy Choo membantah bahwa ia berencana menjual perusahaan senilai US$ 800 juta. Mellon menjelaskan," Saya tidak akan pergi. Ada banyak pertumbuhan bisnis yang bisa saya manfaatkan. Kami melihat semua peluang bisnis yang berbeda dan sulit untuk mengetahui mana yang terbaik sampai kita mencobanya," ujarnya.
(eya/eya)










































