Kontroversi Met Gala 2027, Karyawan Malu dengan Tema yang Diusung Anna Wintour
Kontroversi rencana pameran John Galliano di Met Gala 2027 disebut ikut membuat sejumlah karyawan Anna Wintour merasa malu dan frustrasi. Di balik layar, para staf Condé Nast-selaku pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Met Gala-dikabarkan sebenarnya telah mempertanyakan keputusan tersebut, tetapi takut menyampaikan keberatan secara langsung kepada Wintour.
Seorang sumber internal Condé Nast mengatakan kepada Page Six bahwa para karyawan hanya berani membicarakan persoalan itu secara diam-diam.
"Semua orang membicarakannya di belakang Anna, tetapi tidak ada yang berani mengatakannya langsung di hadapannya. Mereka tetap mengiyakan apa pun yang dia katakan, seperti yang selama ini terjadi," ujar sumber tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber itu, sejumlah staf memang telah memiliki kekhawatiran mengenai keputusan untuk memberikan penghormatan besar kepada Galliano. Namun, pengaruh Wintour yang begitu kuat membuat mereka enggan menjadi orang pertama yang menentang rencana tersebut.
John Galliano. (Photo by Stephane Cardinale/Corbis via Getty Images) Foto: Stephane Cardinale/Corbis via Getty Images |
"Orang-orang takut kehilangan pekerjaan. Tidak ada yang mau menjadi orang yang berdiri dan mengatakan, 'Ini ide yang buruk.' Sekarang mereka malah malu melihat bagaimana semuanya ditangani," katanya.
Kekhawatiran tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Rencana pameran John Galliano: Horizons resmi dibatalkan setelah Metropolitan Museum of Art dan Galliano sepakat tidak melanjutkan pameran yang sebelumnya dijadwalkan menjadi bagian utama Costume Institute pada musim semi 2027.
Pembatalan itu terjadi setelah rencana untuk kembali menyoroti perjalanan karier Galliano menuai kritik keras. Sang desainer memiliki rekam jejak pernyataan antisemit dan rasialis yang kontroversial, yang pada 2011 memicu kecaman luas, termasuk dari komunitas Yahudi.
"Setelah banyak merenung dan berdiskusi dengan semua pihak yang terlibat, saya memutuskan dengan berat hati bahwa pameran ini sebaiknya tidak digelar untuk saat ini," ujar Galliano dalam pernyataannya.
Galliano mengatakan dirinya tidak ingin kontroversi mengenai masa lalunya menempatkan Met Gala dalam posisi sulit atau mengalihkan perhatian dari karya Costume Institute. Ia juga mengakui bahwa pameran yang merayakan perjalanan kariernya dapat menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi sebagian orang.
Ia menegaskan masih bertanggung jawab atas luka yang pernah ditimbulkannya terhadap komunitas Yahudi dan Asia.
Galliano sendiri pernah menjadi salah satu desainer paling berpengaruh di dunia mode. Namun, reputasinya juga dibayangi skandal besar pada 2011, ketika ia terekam melontarkan pernyataan antisemit dan rasialis di sebuah kafe di Paris.
Skandal tersebut berujung pada pemecatannya dari Dior. Galliano kemudian dinyatakan bersalah oleh pengadilan Prancis atas penghinaan publik berdasarkan asal-usul seseorang.
Kontroversi rencana pameran ini semakin sensitif karena Met Gala 2027 dijadwalkan berlangsung pada Senin pertama Mei, yang bertepatan dengan Yom HaShoah, Hari Peringatan Holocaust.
Sebelum rencana pameran diumumkan, Wintour, Galliano, dan kurator Costume Institute Andrew Bolton bahkan telah bertemu dengan sejumlah rabi serta pemimpin komunitas Yahudi berpengaruh di New York. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas potensi persoalan yang mungkin muncul terkait rencana penghormatan kepada Galliano.
Mantan editor in chief Vogue itu sendiri diketahui sebagai salah satu pendukung Galliano yang paling vokal. Ia menilai perjalanan karier sang desainer, mulai dari Dior, Givenchy, Margiela hingga label pribadinya, menunjukkan perpaduan kreativitas dan sejarah mode yang luar biasa.
"Tidak ada orang yang lebih pantas mendapatkan pameran sebesar ini selain John Galliano," kata Wintour.
(kik/kik)











































