Viral Verificator
Viral Tuai Pro-Kontra Jadi Model Hijab FamilyMart Jepang, Ini Kata Ranisa
Langkah FamilyMart di Jepang yang resmi mengizinkan karyawan Muslimah mengenakan hijab saat bekerja menuai perdebatan sengit. Kebijakan anyar bertajuk Famima Code ini dijadwalkan berlaku serentak di sekitar 16.500 gerai per 1 September, sekaligus memberikan kelonggaran dalam pemilihan warna rambut.
Namun, aturan yang disambut hangat sebagai bentuk dukungan terhadap keberagaman ini juga memicu penolakan keras dari masyarakat lokal karena dinilai merusak standar busana dalam budaya kerja tradisional Jepang. Wanita asal Indonesia, Ranisa Rahman, yang tampil sebagai model berhijab dalam presentasi kebijakan FamilyMart Jepang tersebut ikut terdampak.
Kebijakan FamilyMart Jepang mengizinkan pekerja Muslimah berhijab menuai kontroversi Model Ranisa Rahman mendukung hak ini namun warga lokal menentang keras. Foto: Dok. Instagram @rararanisa. |
Kehadiran Ranisa sebagai model hijab memicu komentar jahat dan sentimen negatif dari netizen Jepang di media sosial. Banyak warganet lokal hingga politisi Shunsuke Yamashita mempertanyakan urgensi perubahan aturan standar demi pekerja asing, bahkan mendesak agar tradisi asli Jepang tetap dijaga dari pengaruh luar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dibanjiri kritik dan ujaran kebencian, penolakan tersebut tak melunturkan dukungan bagi Ranisa dan FamilyMart. Para pendukung menegaskan bahwa aturan ini murni kebebasan berkeyakinan demi lingkungan kerja yang inklusif tanpa memaksakan budaya ke karyawan lain.
Sahabat Ranisa melalui akun Threads @zizisiregar menyuarakan kepeduliannya dan mengajak publik pasang badan untuk Ranisa. Merespons hal itu, Ranisa mengaku haru dan menegaskan kondisi dirinya baik-baik saja karena masih banyak masyarakat-termasuk warga Jepang yang memberi cinta serta dukungan padanya. KLIK DI SINI artikel viral tentang Ranisa.
Di tengah sorotan media, Ranisa menegaskan pentingnya akses kerja yang adil bagi wanita Muslim. "Hijab seharusnya tidak menjadi penghalang bagi wanita Muslim untuk mendapatkan kesempatan kerja atau berpartisipasi dalam kehidupan publik. Saya berharap langkah ini dapat memberikan rasa percaya diri yang lebih besar bagi wanita berhijab di Jepang," ujar Ranisa dilansir dari Shiawaves.
Konfirmasi Wolipop
Guna mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai dinamika serta pengalaman di balik layar pembuatan kampanye ini, Wolipop menghubungi langsung sosok wanita yang menjadi pusat perhatian publik tersebut. Wanita bernama lengkap Ranisa Rahman ini merupakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berumur 33 tahun.
Berdomisili di Tokyo sejak November 2022, anak pertama dari empat bersaudara ini memiliki latar belakang pendidikan S1 Ekonomi Syariah dari STEI Tazkia. Dalam wawancara bersama Wolipop, Ranisa membagikan tanggapannya mengenai respons publik Jepang, alasan keamanan dirinya, hingga rasa bangganya dapat menjadi bagian dari perubahan di Negeri Sakura.
Kebijakan FamilyMart Jepang mengizinkan pekerja Muslimah berhijab menuai kontroversi Model Ranisa Rahman mendukung hak ini namun warga lokal menentang keras. Foto: Dok. Instagram @rararanisa. |
Mengenai gelombang komentar negatif di platform digital, Ranisa mengaku tidak terkejut. Menurutnya, dinamika dan sensitivitas isu keagamaan di media sosial Jepang sudah cukup ia pahami sejak awal.
"Since banyak orang yang concern sama keadaan aku, sebenernya satu, aku udah menyangka, menduga hal ini, karena memang sebelum ini kita-kita udah merasakan, banyak merasakan sensitifnya orang-orang Jepang-walaupun nggak semua-di sosial media itu memang sensitif banget, isu orang Muslim dengan menggunakan hijab, jadi aku udah nggak heran," ujar Ranisa kepada Wolipop, Kamis (3/8/2026) melalui pesan suara.
Meski riuh di dunia maya, Ranisa menegaskan bahwa kondisi di kehidupan sehari-harinya di Jepang sangat berbanding terbalik. Ia merasa sangat aman dan tidak mengalami perlakuan tidak menyenangkan secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya.
"Saat ini aku ngerasa baik-baik aja, aku juga merasa aman, karena memang di Jepang itu kan hukumnya bagus banget ya, melindungi semua orang yang memang legal ada di Jepang, jadi aku baik-baik aja. Di daily life juga nggak ada yang gimana-gimana, semua nihonjin baik-baik aja, nggak ada yang kayak abuse atau kayak gimana itu nggak ada, cuma memang kalau di sosial media, itu ada banyak dan sudah dari lama, selain di sosial media, semua sampai dengan saat ini baik-baik aja, jadi nggak perlu khawatir gitu," jelasnya.
Mengenalkan Istilah 'Hijab' Kepada Masyarakat Jepang
Di balik pro-kontra yang ada, Ranisa menyambut baik keberanian FamilyMart merilis Famima Code terbaru. Ia melihat momen ini sebagai kesempatan berharga untuk memberikan edukasi serta pemahaman baru bagi masyarakat Jepang yang sebelumnya belum familiar dengan istilah hijab.
"Aku senang banget bisa dikasih kesempatan ini sama FamilyMart untuk menyebarkan pemahaman tentang hijab di Jepang. Mungkin bikin orang Jepang jauh lebih tahu, penutup kepala ini tuh namanya hijab, karena so far selama ini orang Jepang nggak tahu, penutup kepala ini namanya apa. Tapi since FamilyMart memberitahukan rules baru mereka terkait staff yang boleh kerja di FamilyMart-salah satunya boleh menggunakan kerudung-orang Jepang jadi jauh lebih tahu kerudung, hijab gitu, kata-kata hijab tuh mereka sekarang semenjak pemberitaan itu jadi banyak yang lebih aware," tuturnya panjang lebar.
Bangga Mengukir Sejarah di TV Nasional Jepang
Ranisa juga menceritakan pengalamannya saat menjalani proses syuting dan peluncuran kampanye resmi tersebut. Ia mengapresiasi profesionalisme seluruh tim yang terlibat dan merasa bersyukur karena banyak pula warga Jepang yang memberikan dukungan positif padanya.
"Dan saat event, semua orang yang terlibat di event itu semuanya baik, aku nggak ada yang didiskriminasi juga. Jadi aku perasaannya happy, bangga bisa pakai jilbab di TV nasionalnya Jepang. Dan banyak banget juga sebenernya orang Jepang yang support, dan ya baik-baik aja, nggak semua orang Jepang against gitu, thankfully-nya gitu," tutup Ranisa menyudahi perbincangan.
(gaf/eny)













































