Asian Designer to Watch: Ashley Isham
wolipop
Senin, 19 Apr 2010 18:29 WIB
Jakarta
-
Bagi Anda para fashionista nama Ashley Isham bukanlah nama yang asing. Ia adalah seorang perancang mode ternama asal Singapura yang pernah memamerkan koleksinya di acara fashion akbar London, London Fashion week.
Tak hanya melirik pasar Eropa, Ashley Isham kini mulai melirik pasar Asia, termasuk Indonesia. Beberapa waktu lalu, ia merilis koleksi musim gugur dan dingin di hotel Mulia, Senayan. Koleksinya pun mendapat sambutan yang positif oleh para penikmat fashion.
Untuk koleksinya yang terbaru, ia mendapatkan inspirasi dari masjid Sultan Ahmed di Instanbul, Turki. Insiprasinya tersebut dituangkan diatas kain yang selalu ia pakai dan menjadi ciri khasnya, liquid jersey.
Kebanyakan dari koleksi yang ia pamerkan adalah model one shoulder. Dengan detail draping dan tambahan beads pada pinggang maupun dada.
"Ciri khas saya adalah draping. Dengan pemakaian draping yang bagus dan banyak, membuat desain saya sulit ditiru" jelas Isham.
Berbicara tentang siapa saja yang menjadi market atau pasar dari koleksi-koleksinya, Isham menjawab "Kebanyakan customer saya orang-orang Asia, kurang lebih hampir 60 persennya". Oleh karena itu Isham juga harus pintar memadukan dua budaya dalam desainnya, western dan eastern.
"Draping itu sangat barat seperti pakaian dewa-dewa Yunani, saya padukan dengan warna-warna cerah karena Asia suka warna, mereka suka matahari," ujarnya sambil tertawa.
Satu kata yang mendeskripsikan gaya desain Ashley Isham adalah sensual. Menurutnya, setiap wanita ingin terlihat sensual tanpa ingin terlihat terlalu terbuka. Oleh karena itu koleksinya banyak memamerkan gaun dengan gaya one shoulder dan potongan-potongan rendah. "One shoulder bisa membuat perempuan terlihat sensual tapi tidak terlalu terbuka," tambahnya.
Tak lengkap bila Isham tidak mengomentari fashion di Asia. Menurutnya, belakangan ini para fashionista Asia tak lagi melulu berkiblat ke Eropa. Orang-orang Asia tak lagi hanya membeli pakaian dengan brand-brand Eropa saja seperti Prada atau Gucci, kali ini mereka juga ramai-ramai membeli koleksi dari lokal desainer mereka.
"Dahulu banyak orang yang berfikir kalau Asia selalu tentang pabrik dan tidak punya kreatifitas tapi saya tidak setuju, saya pikir banyak kok desainer-desainer dari Asia yang bertalenta seperti Thakoon dari Thailand" ujar Isham serius. Menurut Isham sekarang ini Eropa sudah melirik ke arah Asia karena mereka tertarik ternyata banyak yang talenta di sana. (eya/kee)
Tak hanya melirik pasar Eropa, Ashley Isham kini mulai melirik pasar Asia, termasuk Indonesia. Beberapa waktu lalu, ia merilis koleksi musim gugur dan dingin di hotel Mulia, Senayan. Koleksinya pun mendapat sambutan yang positif oleh para penikmat fashion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ciri khas saya adalah draping. Dengan pemakaian draping yang bagus dan banyak, membuat desain saya sulit ditiru" jelas Isham.
Berbicara tentang siapa saja yang menjadi market atau pasar dari koleksi-koleksinya, Isham menjawab "Kebanyakan customer saya orang-orang Asia, kurang lebih hampir 60 persennya". Oleh karena itu Isham juga harus pintar memadukan dua budaya dalam desainnya, western dan eastern.
"Draping itu sangat barat seperti pakaian dewa-dewa Yunani, saya padukan dengan warna-warna cerah karena Asia suka warna, mereka suka matahari," ujarnya sambil tertawa.
Satu kata yang mendeskripsikan gaya desain Ashley Isham adalah sensual. Menurutnya, setiap wanita ingin terlihat sensual tanpa ingin terlihat terlalu terbuka. Oleh karena itu koleksinya banyak memamerkan gaun dengan gaya one shoulder dan potongan-potongan rendah. "One shoulder bisa membuat perempuan terlihat sensual tapi tidak terlalu terbuka," tambahnya.
Tak lengkap bila Isham tidak mengomentari fashion di Asia. Menurutnya, belakangan ini para fashionista Asia tak lagi melulu berkiblat ke Eropa. Orang-orang Asia tak lagi hanya membeli pakaian dengan brand-brand Eropa saja seperti Prada atau Gucci, kali ini mereka juga ramai-ramai membeli koleksi dari lokal desainer mereka.
"Dahulu banyak orang yang berfikir kalau Asia selalu tentang pabrik dan tidak punya kreatifitas tapi saya tidak setuju, saya pikir banyak kok desainer-desainer dari Asia yang bertalenta seperti Thakoon dari Thailand" ujar Isham serius. Menurut Isham sekarang ini Eropa sudah melirik ke arah Asia karena mereka tertarik ternyata banyak yang talenta di sana. (eya/kee)











































