Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

3 Calon Ratu Eropa Punya Grup WhatsApp Rahasia, Saling Curhat soal Takhta

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 05 Jun 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Putri Catharina-Amalia; Putri Elisabeth; Putri Ingrid Alexandra
Putri Catharina-Amalia; Putri Elisabeth; Putri Ingrid Alexandra Foto: dok. Getty Images
Jakarta -

Menjadi calon penerus takhta kerajaan ternyata tidak selalu mudah. Namun bagi tiga putri muda Eropa ini, semuanya terasa sedikit lebih ringan karena mereka punya teman yang mengalami hal serupa.

Calon Ratu Belgia, Putri Elisabeth, baru saja lulus dari Harvard University setelah menyelesaikan program master kebijakan publik selama dua tahun di Harvard Kennedy School. Dalam wawancara terbarunya dengan media Belanda HNL, Putri Belgia 24 tahun itu berbicara soal kehidupan kampus, masa depannya sebagai ratu, hingga persahabatannya dengan sesama pewaris takhta kerajaan Eropa.

Sebelumnya, Putri Catharina-Amalia dari Belanda mengungkap bahwa dirinya tergabung dalam grup WhatsApp pribadi bersama Putri Elisabeth dan Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia. Ketiganya sama-sama dipersiapkan menjadi pemimpin kerajaan di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah saling mengenal sejak lama dan kadang bertemu di berbagai acara," ujar Putri Elisabeth.

Ia juga mengatakan bahwa di generasinya kini semakin banyak perempuan yang menjadi pewaris utama kerajaan. Tanggung jawab besar sebagai calon ratu tentu bukan hal mudah, sehingga kedekatan mereka menjadi cara untuk saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.

ADVERTISEMENT

"Di generasi saya ada beberapa perempuan. Kita juga melihat perubahan serupa di kerajaan lain. Kami berada di situasi yang sama. Ini tantangan yang akan kami hadapi bersama," katanya.

Putri Belgia, Putri Elisabeth (AP News)Putri Belgia, Putri Elisabeth (AP News) Foto: Putri Belgia, Putri Elisabeth (AP News)

Jika kelak naik takhta menggantikan ayahnya, Raja Philippe, Elisabeth akan mencatat sejarah sebagai ratu pertama Belgia. Hal itu dimungkinkan setelah Belgia menerapkan aturan suksesi baru yang memberi hak pewaris pertama tanpa membedakan gender.
Meski menyadari posisinya bersejarah, Elisabeth mengaku tak ingin identitasnya hanya dilihat dari jenis kelamin.

"Memang ini pertama kalinya sehingga terasa bersejarah. Itu berarti saya tidak punya contoh ratu Belgia yang memerintah untuk dijadikan panutan. Sebuah tantangan, tapi gender bukan satu-satunya hal yang mendefinisikan saya," ungkapnya.

Persahabatan para calon ratu muda ini sempat mencuri perhatian publik pada 2022 saat Putri Ingrid Alexandra merayakan ulang tahunnya yang ke-18. Dalam foto resmi yang viral, Elisabeth, Amalia, dan Ingrid Alexandra tampil mengenakan tiara bersama Putri Estelle dari Swedia dan Pangeran Charles dari Luksemburg.

Tak hanya bicara soal persahabatan, Elisabeth juga mengungkap bagaimana rasanya mengetahui jalan hidupnya sejak muda sebagai calon ratu.

"Saya sebenarnya senang mengetahui apa yang akan saya lakukan seumur hidup. Banyak orang hidup dalam ketidakpastian dan tidak tahu akan menuju ke mana. Ada keindahan tersendiri saat mengetahui: ini jalan hidup saya, dan saya tahu ke mana arahnya," katanya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads