Most Pop: Pro dan Kotra Potensi Putri Aiko Jadi Penerus Kaisar Jepang
Jepang menghadapi kekhawatiran terkait keberlangsungan kekaisaran di tengah penurunan populasi. Muncul dukungan untuk Putri Aiko sebagai penerus, tapi tak sedikit yang menolaknya. Kabar tersebut menarik perhatian pembaca selama sepekan terakhir.
Kekaisaran Jepang memiliki aturan yang ketat terkait penerus pemimpinnya. Untuk menjadi kaisar, seseorang dari keluarga kerajaan harus berjenis kelamin pria dan diharapkan menikah dengan sesama bangsawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, muncul wacana agar aturan dilonggar. Putri Aiko, anak tunggal dari Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, disarankan untuk bisa jadi suksesi. Baru-baru ini anjuran itu dibahas seorang anggota parlemen senior dari Partai Demokrat Liberal (LDP). Pernyataannya jadi sorotan.
Putri Aiko memang tidak bisa menjadi kaisar berdasarkan undang-undang suksesi Jepang saat ini. Selain karena itu, Hirofumi Nakasone, mantan menteri luar negeri yang mengepalai markas besar reformasi konstitusi LDP, berpikir nantinya sang putri akan mengalami kesulitan menikah.
Hal itu disampaikan dalam pidatonya di Takaoka, Prefektur Toyama, ketika anggota parlemen memperdebatkan cara mengatasi menyusutnya keluarga kekaisaran. Merujuk pada Putri Aiko yang berusia 24 tahun, Nakasone mengelak kemungkinannya.
Nakasone kemudian menjelaskan alasannya mengapa hal itu sulit dilakukan. Jika Putri Aiko menjadi kaisar saat belum menikah, menurutnya tidak akan ada seorang pun yang mau menikahinya dengan alasan tekanan yang akan dihadapi calon suami.Putra mantan perdana menteri Yasuhiro Nakasone itu juga beranggap sang putri akan menghadapi tekanan besar untuk menghasilkan ahli waris laki-laki.
Undang-undang Rumah Kekaisaran Jepang tahun 1947 diketahui membatasi suksesi hanya pada keturunan laki-laki dari pihak ayah, sehingga Putri Aiko tidak memenuhi syarat meskipun ia merupakan satu-satunya anak kaisar. Masalah ini semakin mendapat perhatian karena jumlah anggota keluarga kekaisaran semakin berkurang.
Meski ditolak sejumlah pihak konservatif, jajak pendapat publik menunjukkan dukungan kuat untuk mengizinkan seorang kaisar perempuan. Fakta itu pun lagi-lagi ditolak oleh anggota LDP.
"Ini bukanlah pemungutan suara popularitas. Ini tentang siapa yang akan mewarisi takhta kaisar negara, dan kita harus mendiskusikannya dengan tenang berdasarkan hukum," ujarnya.
Di tengah kekhawatiran tentang keberlangsungan kekaisaran Jepang, Pangeran Hisahito disebut bakal jadi penerus daripada anak kaisar sendiri. Ia merupakan bungsu dari Pangeran Mahkota Akishino, pangeran termuda dalam keluarga kerajaanJepangyang hanya beranggotakan 17 orang. Hisahito bahkan menjadi anggota kerajaanJepangpertama yang mencapai usia 18 tahun dalam 40 tahun terakhir.
(dtg/dtg)












































