First Lady New York Rama Duwaji Minta Maaf atas Postingan Pro-Palestina
Rama Duwaji menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah unggahan lamanya di media sosial yang dinilai kontroversial. Istri dari Wali Kota New York Zohran Mamdani itu mengaku menyesal atas dampak yang ditimbulkan, meski tidak secara spesifik menyebut isi unggahan yang dipermasalahkan.
Dalam wawancara dengan media seni Hyperallergic, Rama Duwaji mengaku merasa malu ketika unggahan lamanya kembali mencuat ke publik. Ia menyadari bahasa yang pernah digunakannya telah menyakiti banyak orang.
"Ketika sebuah tabloid недавно mempublikasikan tweet lama yang saya tulis saat remaja, saya merasa sangat malu dihadapkan pada bahasa yang saya gunakan yang begitu menyakitkan bagi orang lain; berusia 15 tahun bukanlah alasan," akunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telah membaca dan melihat banyak tanggapan dari orang lain, dan saya memahami luka yang saya sebabkan dan benar-benar meminta maaf," tambahnya.
Unggahan lama yang dimaksud diketahui berasal dari akun X dan Tumblr miliknya saat masih remaja hingga awal usia 20-an. Konten tersebut pertama kali diangkat kembali bulan lalu dan dikaitkan dengannya, termasuk melalui teknologi pengenalan wajah.
Rama Duwaji. (Photo by Gilbert Flores/WWD via Getty Images) Foto: Gilbert Flores/WWD via Getty Images |
Beberapa unggahan yang disorot antara lain pernyataan keras tentang Tel Aviv serta penggunaan kata-kata yang dianggap ofensif. Di akun Tumblr yang kini sudah tidak aktif, ia juga diketahui pernah memuji tokoh pembajak pesawat Palestina serta membagikan ulang tulisan yang menuduh militer AS melakukan kekerasan terhadap warga sipil demi mempertahankan "hegemoni Amerika."
Kontroversi semakin meluas setelah terungkap bahwa ia pernah menyukai unggahan Instagram yang menyinggung serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk konten yang memuat klaim kontroversial terkait peristiwa tersebut.
Meski demikian, dalam pernyataannya, Duwaji tidak secara langsung menyinggung detail unggahan tersebut. Ia lebih menekankan pada dampak yang ditimbulkan dan proses refleksi pribadinya setelah menjadi figur publik.
"Pengalaman ini benar-benar mengubah hidup saya. Saya masih mencari tahu bagaimana hal ini memengaruhi saya sebagai seorang seniman dan sebagai individu, baik dalam melihat masa depan maupun masa lalu,: akunya.
Ia juga menegaskan bahwa fokusnya saat ini bukan pada status sebagai figur publik, melainkan pada pekerjaannya sebagai seniman.
"Fokus saya bukan menjadi figur publik, tetapi melanjutkan pekerjaan saya dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab, serta membiarkan karya saya berbicara dengan sendirinya," tambahnya.
Sebelumnya, sang suami, Mamdani, turut membela Duwaji dengan menyebutnya sebagai pribadi yang tidak memiliki peran resmi dalam pemerintahan, sehingga tidak seharusnya menjadi sasaran sorotan atas aktivitas media sosial di masa lalu.
Sebagai seorang Muslim, Rama Duwaji juga dikenal menunjukkan kepedulian terhadap rakyat Palestina di tengah konflik dengan Israel. Hal itu turut tercermin dalam karya-karya seninya yang kerap mengangkat isu kemanusiaan dan menyuarakan kritik terhadap situasi di wilayah tersebut.
(kik/kik)












































