Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Beauty Influencer Ditembak Saat Live TikTok, Ada Dugaan Bos Kartel Terlibat

Tim Wolipop - wolipop
Rabu, 05 Agu 2026 10:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Valeria Marquez
Foto: Instagram Valeria Marquez
Jakarta -

Kematian beauty influencer asal Meksiko, Valeria Marquez, akhirnya memasuki babak baru. Setahun setelah wanita 23 tahun itu tewas ditembak saat siaran langsung di TikTok, polisi mengungkap dugaan motif di balik pembunuhan sadis itu.

Penyelidikan terbaru menyebut kasus ini diduga berawal dari kisah asmara yang berakhir pahit. Seorang bos kartel narkoba disebut ikut terseret setelah putranya dikabarkan sakit hati karena diputuskan oleh Valeria.

Valeria tewas pada Mei tahun lalu saat sedang melakukan live TikTok dari salon kecantikannya di Jalisco, Meksiko. Di tengah interaksi dengan para pengikutnya, seorang pria bersenjata masuk ke dalam salon dengan menyamar sebagai kurir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku kemudian meminta Valeria memastikan identitasnya. Tak lama setelah itu, pria tersebut langsung melepaskan tembakan hingga Valeria meninggal di lokasi. Ribuan penonton yang sedang menyaksikan siaran langsung pun dibuat syok karena kejadian mengerikan itu terekam secara real time.

Mexican social media influencer, Valeria Marquez, 23, who was brazenly shot to death during a TikTok livestream in the beauty salon where she worked in the city of Zapopan, looks on in this picture obtained from social media. @v___marquez/via Instagram/via REUTERS Purchase Licensing RightsValeria Marquez @v___marquez/via Instagram/via REUTERS Foto: @v___marquez/via Instagram/via REUTERS Purchase Licensing Rights

Bberapa saat sebelum penembakan terjadi, Valeria sempat mengungkapkan rasa takutnya kepada para pengikutnya. Ia mengatakan dirinya khawatir ada seseorang yang ingin membunuhnya. Ucapan itu kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.

ADVERTISEMENT

Hasil investigasi terbaru mengarah kepada Ramon Angel Alvarez Ayala, yang dikenal dengan julukan "El R1". Ia diduga merupakan salah satu petinggi kelompok kriminal Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), salah satu kartel narkoba paling berpengaruh di Meksiko.

Menurut penyidik, pembunuhan itu diduga dipicu oleh putra El R1, Francisco Alvarez, yang tidak terima setelah hubungannya dengan Valeria berakhir.

Menteri Keamanan Publik Meksiko, Omar Garcia Harfuch, mengatakan penyidik menemukan indikasi bahwa Valeria sebelumnya juga sempat menerima ancaman dari Francisco.

Penangkapan El R1 dalam operasi keamanan di Jalisco menjadi perkembangan besar dalam kasus ini. Kelompok itu diduga terlibat dalam berbagai kejahatan berat, mulai dari perdagangan narkoba, penyelundupan senjata, pemerasan, hingga disebut memiliki kaitan dengan pembunuhan mantan Wali Kota Uruapan, Carlos Manzo, pada 2025. Sementara itu, polisi masih memburu Francisco Alvarez yang kini menjadi buronan.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads