Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pangeran William & Kate Middleton Buka Suara Soal Dokumen Epstein

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 11 Feb 2026 09:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Pangeran William dan Kate Middleton di jamuan kenegaraan menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Kastil Windsor, Inggris
Foto: CARLOS JASSO / POOL / AFP
Jakarta -

Pangeran William dan Kate Middleton akhirnya menyampaikan pernyataan pertama mereka terkait dokumen kasus Jeffrey Epstein yang terkuak. Pasangan Pangeran dan Putri Wales itu menyatakan keprihatinan mendalam atas berbagai pengungkapan terbaru yang terus bermunculan.

Melalui juru bicara resmi pada Senin (9/2/2026), keduanya menegaskan bahwa perhatian utama mereka tetap tertuju pada para korban. Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan kunjungan resmi Pangeran William ke Arab Saudi selama tiga hari.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa Pangeran dan Putri Wales sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut. Pikiran mereka tetap terfokus pada para korban," ujar juru bicara pasangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini menjadi pertama kalinya William dan Kate secara langsung menanggapi skandal Epstein, yang kembali memicu perhatian publik setelah jutaan halaman dokumen terkait kasus tersebut dirilis. Isu ini juga menyeret nama paman William, Pangeran Andrew (Andrew Mountbatten-Windsor), yang sebelumnya mendapat sorotan karena hubungannya dengan Epstein.

Britain's Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.Foto pangeran Andrew di Dokumen Epstein Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS

Pada Oktober 2024, Raja Charles mencabut seluruh gelar dan kehormatan kerajaan Pangeran Andrew serta memintanya menyerahkan hak sewa kediamannya di Royal Lodge. Saat itu, pihak yang dekat dengan William dan Kate menyatakan bahwa keduanya mendukung langkah tersebut dan membagikan pernyataan resmi Istana Buckingham yang menegaskan simpati kepada para korban kekerasan.

ADVERTISEMENT

Pangeran Andrew sendiri telah mundur dari tugas publik kerajaan sejak 2019 setelah wawancara kontroversial dengan BBC mengenai hubungannya dengan Epstein. Ia juga pernah menghadapi gugatan pelecehan seksual yang diajukan Virginia Giuffre, yang kemudian diselesaikan melalui kesepakatan damai pada 2022, meski Andrew terus membantah tuduhan tersebut.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads