Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pria Ganti Nama Tiap Tahun demi Tak Bayar Tunjangan Anak, Bikin Geger

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 19 Nov 2025 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi nama bayi
Foto: Getty Images/iStockphoto/Iryna Imago
Jakarta -

Seorang pria di Rusia nekat mengganti nama lengkapnya setiap tahun hanya untuk kabur dari kewajiban membayar tunjangan anak. Aksinya yang ekstrem ini membuat publik geger, terutama setelah kisahnya dibongkar langsung oleh pejabat setempat.

Kisah ini pertama kali diungkapkan oleh Roman Korenev, kepala layanan juru sita yang bertugas mengumpulkan pembayaran tunjangan anak di Tyumen, Rusia. Dalam wawancaranya dengan media setempat, Roman menyebut kasus ini sebagai salah satu yang paling mengejutkan sepanjang kariernya.

Menurut Roman, pria tersebut tidak hanya mengubah nama belakang, tetapi juga nama depan dan patronimiknya (nama tengah khas Rusia). Dia melakukan itu setahun sekali, lalu kembali menggunakan nama lamanya pada tahun berikutnya-dan terus mengulanginya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuannya adalah untuk mengelabui juru sita agar utangnya 'kembali nol'. Namun, usahanya sia-sia. Sistem administratif Rusia membuat trik itu mustahil berhasil.

"Setiap kali seseorang mengganti nama, kantor catatan sipil akan melaporkannya kepada juru sita. Jadi, tidak mungkin menghindari pembayaran tunjangan anak dengan cara seperti ini," jelasnya, seperti dikutip dari Oddity Central.

ADVERTISEMENT

Kasus pria melakukan tipu muslihat demi menghindari bayar tunjangan anak pascacerai bukan baru sekali ini terjadi. Ada pula kasus seorang pria yang rpura-pura meninggal demi lolos dari pembayaran tunjangan anak.

Kasus lainnya, pria memalsukan tes DNA supaya tidak perlu memberikan dukungan finansial kepada anaknya.

Pihak juru sita Tyumen sendiri mengaku terbiasa menghadapi berbagai upaya tak masuk akal dari warga setempat yang berusaha menghindari pelunasan utang mereka. Misalnya, seorang pria yang mengaku menderita agorafobia (takut berada di luar rumah) untuk melarang juru sita masuk ke rumahnya.

Setelah diselidiki, ternyata pria itu memiliki dua apartemen-dan salah satunya sudah masuk daftar penyitaan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads