#77PortraitAnakBangsa

Audrey Maximillian Herli, Sosok Pria di Balik Aplikasi Konseling Riliv

Arief Budiman - wolipop Selasa, 09 Agu 2022 13:35 WIB
Audrey Maximillian Herli Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Foto: dok OPPO
Jakarta - Anda mungkin pernah mendengar Aplikasi Riliv, sebuah platform yang memungkinkan penggunanya melakukan meditasi secara online dan menyelesaikan masalah bersama seorang psikolog professional melalui aplikasi smartphone.

Aplikasi Riliv ini sudah didownload sebanyak 500 ribu dan dipercaya oleh 600 ribu lebih pengguna. Aplikasi ini dibuat oleh Audrey Maximillian Herli. Ia mendirikan Riliv pada tahun 2015.

Maxi memulai bisnis start up penuh dengan perjuangan, ia sendiri membuat aplikasi ini berdasarkan pengalaman pribadinya ketika melihat banyak pengguna sosial media yang sangat mudah mencurahkan perasaannya di sosial media. Maxi mengatakan kebanyakan dari mereka mendapat perlakuan bullying ketika curhat di media sosial.

Pada waktu yang sama, kasus bunuh duri, gangguan emosional, dan depresi nyata sering terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia. Menyadari akan hal tersebut, Maxi dan timnya termotivasi untuk menciptakan sebuah aplikasi yang mampu memudahkan siapa saja untuk berkonsultasi ke psikolog tentu dengan harga terjangkau.

Ia percaya bahwa Riliv bukan hanya menjalankan bisnis, melainkan juga memahami pengguna dengan memberikan pelayanan terbaik. Seiring berjalannya waktu Riliv menjadi semakin berkembang.

Maxi mengatakan bahwa masih banyak founder dari startup yang ragu dalam menjalankan sesuatu karena terlalu banyak mendengar keraguan orang, yang sebenarnya tak pernah mendalami hal yang digeluti. Namun, ia beruntung memiliki rekan sesama startup yang mau saling berbagi pengalaman.

Maxi juga beranggapan kendala yang ada dalam suatu bisnis merupakan sebuah tantangan. Tantangan yang ia hadapi ada pada bagaimana Riliv mampu menghapus stigma tentang kesehatan mental. Ia ingin menyebarluaskan pentingnya kesehatan mental serta bagaimana masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan mental yang layak.

Membagikan suka dukanya dalam menekuni bidang ini, Maxi bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang luar biasa dan berjuang bersama dalam menginisiasi suatu karya. Maxi mengungkapkan bahwa banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang didapatkannya ketika merintis Riliv ini, dengan adanya hal tersebut membuat haus akan penasaran, ingin lebih tahu dan semangat bagi Maxi dan tim nya untuk lebih menekuni bidang ini ke depannya.

Simak Video "Bedanya Cemas di Quarter Life Crisis dan Anxiety Disorder"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)