Kisah Wanita Ukraina Melahirkan di Tengah Invasi Rusia, Disebut Bayi Mukjizat

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 26 Feb 2022 20:05 WIB
Hannah Hopko Foto: Instagram @hopkohanna
Jakarta -

Di hari ketiga invasi Rusia terhadap Ukraina, suasana beberapa wilayah bisa dibilang cukup kacau. Para warganya pun mengungsi ke tempat yang lebih aman saat kota dihujani bom dan rudal. Di tengah situasi berbahaya tersebut, seorang wanita harus melahirkan. Karena kondisi yang memaksa, ia pun terpaksa melakukannya di rumah sakit darurat bawah tanah di tengah situasi yang menegangkan.

Seorang wanita berusia 23 tahun disebut melahirkan bayi mukjizat karena melahirkan di tengah perang. Ibu yang tidak diketahui namanya itu tengah bersembunyi dari serangan Rusia di sebuah tempat penampungan di bawah stasiun ketika tiba-tiba saja ia merasakan kontraksi. Dibantu polisi, untuknya ia berhasil melahirkan meski dengan kondisi yang kurang nyaman. Ibu dan anaknya pun selamat.

Hannah HopkoBayi lahir di tengah invasi Rusia. Foto: Twitter Hannah Hopko

"Mia lahir di penampungan malam ini di tengah lingkungan yang penuh stres, saat pemboman di Kyiv. Ibunya sangat senang setelah kelahiran yang menantang ini dan sudah dipindahkan ke penampungan secepatnya. Ketika Putin membunuh orang-orang Ukraina yang kami panggil ibu dari Rusia dan Belarus untuk memprotes perang Rusia di Ukraina, kami membela kehidupan dan kemanusiaan," tulis Ketua Demokrasi dalam Konferensi Aksi Hannah Hopko.

Mia sebenarnya bukan satu-satunya bayi yang lahir selama invasi Rusia ke Ukraina. Namun Mia dilahirkan di ruang bawah tanah selagi pemboman terjadi di ibu kota. Karena itu, suara tangisan Mia disebut sebuah mukjizat. Ketika diunggah di media sosial, banyak orang yang ikut memberi selamat.



"Mukjizat menakjubkan ini datang di saat seperti ini membuat hatiku sakit sekaligus terisi. Aku berharap aku bisa membantu,"

"Sayang Mia, kelahiranmu adalah harapan dalam waktu yang suram ini, aku berdoa kamu tumbuh kuat dan aman di dunia yang lebih baik," tulis para netizen.

Kelahiran Mia membuat para netizen ikut senang sekaligus khawatir karena serangan yang masih terjadi di hari ketiga invasi Rusia ke Ukraina. Kabar terakhir mengungkap sejumlah kota di Ukraina dihujani rudal dan peluru artileri. Polisi bahkan sudah mendesak warganya untuk membantu mempertahankan ibu kota Kyiv dengan membuat bom molotov.

bayi lahir di tengah invasi Rusiabayi lahir di tengah invasi Rusia Foto: Facebook
(ami/ami)