Gelang Kaki Ini Jadi Identitas Pelaku Kejahatan Seks di Korea, Efektifkah?

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 06 Sep 2021 12:45 WIB
Gelang kaki elektronik untuk pelaku kejahatan seksual Foto: Dok. AFP, Yoonhap
Jakarta -

Aksi Saipul Jamil yang bebas dari penjara dan disambut dengan meriah menuai banyak kecaman. Petisi yang meminta Saipul diboikot dari televisi nasional dan YouTube pun ditandatangani puluhan ribu orang. Mereka yang menandatangani tidak mau Saipul Jamil yang dianggap sebagai pelaku kejahatan seks terlihat di publik dan dianggap tidak bersalah.

Mantan suami Dewi Persik itu sebelumnya dijatuhi hukuman penjara tiga tahun atas kasus pencabulan. Hakim menyatakan pedangdut itu terbukti melanggar pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul karena mencabuli korban yang tinggal di rumahnya.

Vonis 3 tahun itu diperberat di tingkat banding. Hukuman Saipul Jamil di kasus pencabulan menjadi 5 tahun penjara. Dia menjalani hukumannya di Lapas Cipinang, Jakarta Timur hingga bebas pada pekan kemarin.

Gelang Kaki untuk Pelaku Kejahatan Seks

Jika Saipul Jamil bisa bebas dengan disambut meriah, pelaku kejahatan seks di Korea Selatan tidak dapat melenggang dengan santainya setelah menjalani hukuman penjara. Seperti dikutip dari KoreaHerald, pelaku kejahatan seks di Negeri Ginseng harus memakai gelang kaki elektronik. Gelang kaki tersebut dipakai untuk memonitor pergerakan mereka.

Korea's Electronic Monitoring System (EMS) demikian nama resmi gelang kaki yang mulai dibuat sejak 2018 itu. Gelang tersebut dipasang GPS untuk mengetahui keberadaan pelaku kejahatan seks secara real time. Informasi yang didapat dari gelang itu digunakan untuk memprediksi apakah ada kecenderungan pelaku mengulangi perbuatannya.

Gelang kaki elektronik untuk pelaku kejahatan seksualGelang kaki elektronik untuk pelaku kejahatan seksual Foto: Dok. AFP, Yoonhap

Pada awalnya gelang kaki ini hanya diperuntukkan bagi pelaku kejahatan seks. Namun kemudian penggunaannya berkembang untuk pelaku kejahatan penculikan anak-anak, pembunuh dan pelaku kriminal lainnya. Jumlah pelaku kejahatan yang memakai gelang kaki elektronik ini meningkat setiap tahunnya. Dari awalnya hanya 151 orang pada 2008 menjadi 2.501 pada 2016.

Seberapa efektif gelang kaki ini memonitor perilaku pelaku kejahatan seks?

Pihak berwenang Korea Selatan mengatakan gelang kaki tersebut masih memiliki kekurangan karena mudah dipotong. Baru-baru ini kasus di mana pelaku kejahatan seks memotong gelang kakinya dan berbuat kriminal terjadi.

Pada 27 Agustus 2021, seorang pelaku kejahatan seks ditangkap setelah memotong gelang kaki elektroniknya dan menyerang dua wanita hingga tewas. Seperti dilaporkan Korean JoongAng Daily, pria yang diindetifikasi dengan nama Kang itu kabur setelah membunuh dua wanita di rumahnya.

Pria pelaku kejahatan seks itu membuang gelang kakinya di Stasiun Kereta Mongchontoseong. Dia kemudian sembunyi di Stasiun Kereta Seoul sebelum akhirnya memutuskan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.



Simak Video "Selesaikan Misi Permen Dalgona 'Squid Game' Dapat Buku Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)