Drakor Mouse Bikin Tegang dan Plot Twist, Ini Kisah Nyata di Baliknya

R Chairini Putong - wolipop Jumat, 07 Mei 2021 10:50 WIB
Drama Korea Mouse Drakor Mouse. Foto: dok. tvN
Jakarta -

Drakor Mouse menyisakan empat episode pamungkas. Namun, hingga kini penonton masih dibuat penasaran dengan alur cerita yang tak terduga.

Sejak awal, drama Korea yang dibintangi Lee Seung Gi dan Lee Hee Joon ini sukses mencuri perhatian. Hingga penayangan episode 16, Rabu (5/5/2021), Mouse meraih rating sebesar 5 persen.

Penonton drama Korea Mouse dihadapkan pada sejumlah plot twist yang dihadirkan penulis Choi Ran. Tak sedikit pula yang membuat teori untuk menebak alur cerita menjelang tamat.

Sebelumnya, penonton drama Korea Mouse berhasil ditipu oleh karakter Lee Seung Gi karena adanya teori transplantasi otak. Nyatanya, Jung Ba Reum adalah psikopat sebenarnya.

Drama Korea MouseLee Seung Gi dalam drama Korea Mouse Foto: dok. tvN

Penulis drama Korea Mouse, Choi Ran diketahui kerap menghadirkan plot twist dalam drama Korea yang digarapnya. Ia sebelumnya menggarap drama Korea Black dan God's Gift: 14 Days.

Saat menghelat konferensi pers, sutradara drama Korea Mouse Choi Joon Bae pun mengungkap kisah di balik naskah Choi Ran. Sebuah kisah nyata yang tragis menuntunnya untuk menggarap Mouse.

"Ada seorang pembunuh psikopat. Saat ditanyakan apakah dia merasa bersalah atas kejahatannya, dia menjawab 'Sungguh menyedihkan bahwa saya tak bisa keluar dan menikmati bunga sakura'," ungkap Choi Joon Bae, seperti dilansir dari Korea Times.

Ketimpangan emosi korban dan pembunuh membuat penulis Choi Ran geram. Sebelumnya, sang penulis pun telah menceritakan kisah di balik penulisan drama Korea Mouse yang dimuat dalam website TVing.

Kisah Nyata di Balik Drama Korea Mouse

Penulis naskah drama Korea Mouse terinspirasi dari kasus pembunuhan Sekolah Dasar Incheon yang terjadi pada tahun 2017. Pernyataan sang pelaku di persidangan membuat satu Korea geger dan emosi.

Drama Korea MouseLee Seung Gi dan Lee Hee Joon dalam drama Korea Mouse Foto: dok. tvN

"Aku ingin terdakwa tahu betapa berharganya anak bungsu kami..." kata ibu korban saat persidangan.

Namun, pembunuh itu tak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun. Saat ibu korban menanyakan apa yang menjadi hal tersulit baginya saat ini, ia memberikan jawaban tak terduga.

"Cuacanya bagus, tapi yang paling sulit bagiku adalah tidak melihat bunga sakura."

Menurut Choi Ran, pembunuh itu dilahirkan dari gen yang berbeda alias gen psikopatik. Mereka tak memiliki neuron cermin yang dimiliki manusia pada umumnya.

"Tak ada perasaan bersalah, kasih sayang, atau penyesalan. Jadi kita tak dapat mengharapkan penyesalan atau penebusan dari mereka," tulis penulis drama Korea Mouse itu.

Sang pembunuh tak tahu betapa berharga anak yang ia bunuh bagi orang tuanya. Keluarga para korban pun menjalani hidup mereka dalam penderitaan.

Drama Korea MouseLee Seung Gi dalam drama Korea Mouse Foto: dok. tvN

"Kegilaan yang tak tertahankan membuatku menggarap drama ini. Aku ingin melihat psikopat merasakan sakit, merenung, dan menebus apa yang mereka lakukan," pungkas Choi Ran.

Sekalipun hanya ada sedikit kemungkinan mereka merasakan empati, penulis drakor Mouse ini ingin mereka memahami dosa yang telah mereka perbuat dan merasa bersalah.



Simak Video "Gemas! Ada 'Micky Mouse' di Catwalk Jakarta Fashion Week 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)