Sadis! Paramedis Pria Meninggal Usai Dibakar Hidup-hidup Karena Gay

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 05 Mei 2021 12:45 WIB
Normunds Kindzulis Foto: Instagram/Normunds Kindzulis
Jakarta -

Seorang paramedis pria yang berasal dari Latvia dikabarkan meninggal usai mendapat penyerangan karena dirinya seorang gay. Pria tersebut diserang dengan disirami bensin lalu kemudian dibakar hidup-hidup.

Seperti dikutip dari Metro, pria bernama Normunds Kindzulis yang berusia 29 tahun itu pada akhirnya meninggal karena menderita 85% luka bakar pada tubuhnya. Sebelumnya Normunds sendiri sering mengalami penganiayaan di kota Riga, sehingga dirinya kemudian memutuskan untuk pindah ke Tukums, yang juga terletak di negara Latvia. Namun ternyata hal itu tak membuat penganiayaan yang diterimanya terhenti.

Normunds ditemukan terbakar hidup-hidup pada 23 April oleh rekan kerja kerja sekaligus teman sekamarnya, Artis Jaunklavins. Artis sendiri mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Normunds KindzulisNormunds Kindzulis Foto: Instagram/Normunds Kindzulis

Sebelum dibakar hidup-hidup, Normunds diperkirakan telah diserang sebanyak empat kali. Kejadian mengerikan itu yang kemudian memicu banyak perdebatan tentang homofobia di negara tersebut.

Polisi sendiri menolak untuk menyelidiki insiden itu dan menyatakan bahwa perilaku homofobia yang mungkin membuatnya bunuh diri. Pihak kepolisian menyebut tak ada bukti kuat yang mengindikasikan adanya serangan kejahatan.

Kini pihak kepolisian itu tengah diselidiki karena dianggap gagal menginvestigasi ancaman terhadap Normunds. Terlebih karena saat ini Normunds telah meninggal, pihak berwajib terpaksa harus menyelidiki kematiannya itu dengan benar.

The European Pride Organisers Association telah mengonfirmasi kematian Normunds pada Rabu lalu. Mereka mengatakan di Twitternya bahwa Normunds meninggal karena serangan pembakaran fomofobik di Latvia.

"Normunds Kindzulis, korban serangan pembakaran homofobik di Latvia minggu lalu, meninggal karena luka-lukanya. Belasungkawa kami yang terdalam untuk pasangan dan keluarganya, dan untuk semua komunitas kami di Latvia," tulisnya.

Perdana mentri di negara tersebut, Krisjanis Karins juga telah mengatakan bahwa insiden pembakaran itu harus diselidiki secara menyeluruh. Begitupun dengan Presiden Egils Levits yang menuliskan bahwa tidak ada tempat untuk kebencian di Latvia pada akun Twitternya.

(vio/vio)