7 Hal yang Biasa Dilakukan Milenial Tapi Ketinggalan Zaman Menurut Gen Z

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 15 Mar 2021 19:05 WIB
Vintage toned image of two young, Asian women, walking together, chatting, near Siam station on Bangkok Sukhumvit line. They’re wearing casual street style clothing, enjoying an afternoon together, texting on their cellphones. Foto: Getty Images/lechatnoir
Jakarta -

Untuk urusan wajah, banyak millennial yang memang punya penampilan awet muda hingga terlihat seumuran dengan generasi Z. Namun terkadang usia tidak bisa berbohong ketika kita melihat hal-hal lain, seperti selera atau kebiasaan. Karena perubahan zaman, beberapa tren memudar namun tampaknya sulit untuk benar-benar ditinggalkan millennial. Hal itu lah yang menjadi pembeda antara millennial dan generasi Z. Apa saja?

1. Rambut Belah Samping

Studio portrait of a beautiful girlStudio portrait of a beautiful girl Foto: Getty Images/CoffeeAndMilk

Belakangan tampaknya tidak ada tren gaya rambut yang mendominasi. Setiap orang memiliki dan berani mengekspresikan preferensi masing-Tapi. Tapi apapun potongannya, kebanyakan generasi Z lebih memilih belahan rambut tengah baik wanita maupun pria. Tak sedikit dari mereka yang berpikir rambut belah samping yang banyak terlihat pada millennial atau golongan yang lebih tua tampak ketinggalan zaman.

2. Pakai Skinny Jeans

Studio portrait of a beautiful girlStudio portrait of a beautiful girl Foto: Getty Images/CoffeeAndMilk

Jeans atau celana berbahan lain yang berpotongan terlalu ketat juga dinilai sudah ketinggalan zaman. Generasi Z lebih sering terlihat memakai celana yang berpotongan lebih longgar.

3. Suka Harry Potter

HP6-FP-00337(L-r) ALAN RICKMAN as Professor Severus Snape, JIM BROADBENT as Professor Horace Slughorn, JESSIE CAVE as Lavender Brown and DANIEL RADCLIFFE as Harry Potter in Warner Bros. Pictures fantasy adventure Harry Potter and the Half-Blood Prince.HP6-FP-00337(L-r) ALAN RICKMAN as Professor Severus Snape, JIM BROADBENT as Professor Horace Slughorn, JESSIE CAVE as Lavender Brown and DANIEL RADCLIFFE as Harry Potter in Warner Bros. Pictures fantasy adventure Harry Potter and the Half-Blood Prince. Foto: Courtesy of Warner Bros. Picture

Jangan heran jika kamu melihat orang dewasa yang tidak tahu tentang Harry Potter. Bisa jadi dia adalah orang kelahiran 2000an yang belum pernah menonton film seri tersebut. Sedangkan kebanyakan millennial menyukai dan masih sering membicarakan tokoh atau jalan cerita franchise tersebut. Di situ lah terlihat perbedaan generasi.

4. Ambil Foto dari Bawah

Ilustrasi selfieIlustrasi selfie Foto: Getty Images/iStockphoto/Ranta Images

Millennial dan gen Z sama-sama sukaselfie dan foto-foto. Tapi ada sedikit perbedaan dalam cara mereka mengambil gambar. DilansirBrightside, orang-orang muda sering heran mengapa para senior melihat ke bawah atau mengambil foto dari bawah dan tidak menghadap ke lensa kamera. Dikatakan jika alasannya adalah millennial ingin melihat penampilan wajahnya saat difoto.

5. Suka Banget Pizza

Sliced Pizza: Ngemil Pizza Potongan Gede Topping Cheese BurgerSliced Pizza: Ngemil Pizza Potongan Gede Topping Cheese Burger Foto: detikfood

Hal lain yang disukai millennial tapi katanya ditinggalkan generasi Z adalah pizza. Sedangkan anak-anak yang lebih muda menyukai pilihan makanan yang lebih sehat. Gaya hidup sehat memang lebih tren sekarang.

6. Suka Banget Kopi

jumlah kafein dalam minuman, seperti kopi, teh, hingga minuman bersodaFoto: iStock

Obsesi dengan kopi dimulai oleh para millennial. Meski masih banyak difavoritkan sekarang, dikatakan jika tren minuman tersebut mulai memudar. Generasi yang lebih muda dilaporkan lebih menyukai variasi minuman seperti es teh dengan rasa unik, bubble tea, milk tea, dan lain-lain.

7. Pakai Emoji Klasik

emoji debat pilpres 2019emoji debat pilpres 2019 Foto: Twitter

Perbedaan generasi juga bisa terlihat dari cara komunikasi baik verbal maupun tulisan. Millennial menyukai emoji-emoji klasik misalnya ikon smiley atau variasinya seperti crying laugh. Tapi orang-orang muda memilih emoji yang lebih imaginatif untuk mengaplikasikan diri.

(ami/ami)