Meghan Markle Dituding Tukang Bully, Sering Menindas Ajudannya Sampai Nangis

Kiki Oktaviani - wolipop Rabu, 03 Mar 2021 17:00 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 07: Prince Harry, Duke of Sussex and Meghan, Duchess of Sussex arrive at the Royal Albert Hall on March 7, 2020 in London, England. (Photo by Eddie Mulholland-WPA Pool/Getty Images) Foto: Getty Images/WPA Pool
Jakarta -

Meski Meghan Markle sudah keluar dari istana Inggris, namun rumor negatif tentang perilaku The Duchess of Sussex masih terus bergulir. Meghan Markle dituduh melakukan bullying terhadap sejumlah mantan ajudannya.

Hal tersebut diungkap oleh surat kabar The Times. Kepada surat kabar tersebut, sejumlah mantan ajudan Meghan Markle membeberkan perilaku sang Duchess yang suka mem-bully, bahkan asistennya sampai dibuat menangis.

"Aku tidak bisa berhenti gemetar," begitu ungkapan salah satu mantan ajudan Meghan Markle kepada The Times ketika dimarahi dan di-bully oleh Meghan Markle.

"Orang-orang senior di rumah, Istana Buckingham dan Clarence House, tahu bahwa mereka mengalami situasi di mana anggota staf, terutama wanita muda, di-bully sampai menangis," begitu laporan The Times, seperti dikutip dari The Australian.

LONDON, ENGLAND - MARCH 05: Meghan, Duchess of Sussex attends the annual Endeavour Fund Awards at Mansion House on March 5, 2020 in London, England. Their Royal Highnesses will celebrate the achievements of wounded, injured and sick servicemen and women who have taken part in remarkable sporting and adventure challenges over the last year. (Photo by Paul Edwards - WPA Pool/Getty Images)LONDON: Meghan, Duchess of Sussex (Photo by Paul Edwards - WPA Pool/Getty Images) Foto: Getty Images/WPA Pool

Jason Knauff, direktur komunikasi Istana Kensington saat itu meneruskan keluhan penindasan tersebut ke departemen SDM Istana Buckingham. Ada bukti email dari Jason yang melaporkan tentang perilaku mantan aktris 39 tahun itu.

"Saya sangat prihatin bahwa Duchess bisa-bisanya menindas dua asistennya di luar rumah tahun lalu. Perlakuannya terada X sama sekali tidak dapat diterima," ungkap Jason.

Dalam email tersebut, Jason juga membahas tentang asisten kepercayaan keluarga Ratu Elizabeth, Samantha Cohen yang sudah bekerja selama 15 tahun. Menurut Jason, Samantha saat bekerja untuk Meghan Markle merasa sangat stres.

Samantha padahal sudah bekerja di istana untuk waktu yang lama, dan sangat diandalkan oleh Ratu Elizabeth. Samantha kemudian diminta untuk mengurus Meghan Markle, namun dia hanya bertahan selama satu tahun lima bulan.



Simak Video "Uskup Agung Bantah Klaim Meghan soal Nikah Duluan dengan Harry"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)