Jimin BTS Ikut Berduka Atas Jeongin, Bayi 16 Bulan Korban Kekerasan Orangtua

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 04 Jan 2021 16:02 WIB
Alasan Jimin BTS Beli Minuman Rasa Timun Foto: koreaboo, iStock
Jakarta -

Korea Selatan baru-baru ini dihebohkan dengan kasus kekerasan yang terjadi pada bayi berusia 16 bulan. Dilaporkan bahwa anak bernama Jeongin menjadi korban penganiayaan orangtuanya hingga meninggal dunia. Kabar tersebut mengejutkan publik karena parahnya kondisi tubuh bayi mungil itu sebelum meninggal dunia.

Kasus Jeongin, bayi asal Korea Selatan yang mendapat kekerasan oleh orangtuanya ini pun menjadi perhatian dari sejumlah selebriti. Beberapa artis Korea kedapatan mengunggah foto dengan tulisan #정인아미안해 yang bisa diartikan Jeongin, aku minta maaf di media sosial. Salah satu ungkapan duka yang menjadi perhatian adalah Jimin BTS. Di Weverse, ia ikut serta dalam kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan perlindungan anak tersebut.

Jimin BTSJimin BTS Foto: Weverse

Dalam sebuah postingan Jimin mengunggah tulisan tersebut dengan latar belakang hitam. Kampenye '#정인아미안해' yang juga viral di Twitter tersebut diungkapkan secara sederhana tapi mendalam. Setelah diposting oleh Jimin, kasus ini pun semakin menyita perhatian global hingga jadi trending.

Siapa Jeongin? Jeongin adalah seorang anak adopsi yang dirawat oleh ibu angkatnya ketika berusia tujuh bulan. Dilaporkan bahwa sebulan setelah diangkat, ia mengalami berbagai kekerasan.

Kasus Jeongin pertama kali mendapat perhatian publik setelah dibahas oleh program televisi 'Unanswered Questions' yang tayang pada 2 Januari. Kampanye itu sendiri berasal dari tulisan 'Jeongin, aku minta maaf dalam video perpisahan yang difitur dalam episode tersebut. Sejak semalam tanda pagar #정인아_미안해 dan #sorryjeongin pun menjadi trending sebagai wujud keprihatinan sekaligus permintaan maaf publik atas keadaan Jeongin.



Kasus kekerasan yang dialami Jeongin pertama kali terungkap oleh guru-guru di tempat penitipan anak setelah bayi tersebut sempat tidak mau menerima makanan apapun. Tak lama kemudian, oleh mereka Jeongin dibawa ke rumah sakit yang membuat orangtuanya marah. Saat diperiksa, ditemukan bahwa beberapa tulangnya retak, termasuk bagian kepala. Didapati pula beberapa organ tubuhnya rusak.

Pada Oktober 2020, polisi telah menangkap kedua orangtua Jeongin karena tuduhan menyebabkan anaknya meninggal. Sebelumnya, dikatakan sudah ada tiga percobaan pelaporan kasus kekerasan tapi polisi baru bertindak yang disayangkan publik. Selain orangtuanya diperiksa, Jeongin menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

(ami/ami)