Pramugari Ketahuan Jual Celana Dalam ke Penumpang, Diduga Prostitusi

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 01 Des 2020 15:05 WIB
Ilustrasi pramugari Ilustrasi pramugari (Foto: Thinkstock)
London -

Seperti menyelam sambil minum air, pramugari ini juga melakukan pekerjaan lain sembari terbang. Hanya saja, 'pekerjaan sampingan' tersebut memicu kontroversi.

Maskapai British Airways (BA) tengah melakukan investigasi terhadap salah satu pramugarinya yang diduga melakukan prostitusi. Demikian The Sun mengabarkan, Sabtu (28/11/2020).

Pramugari tersebut kedapatan menjual pakaian dalam miliknya seperti panties dan bra kepada penumpang yang berminat. Tak cuma itu, sang pramugari juga menawarkan 'hiburan dewasa' dalam atau setelah penerbangan.

Ia mempromosikan semua itu lewat media sosial dan situs dewasa OnlyFans. "Jika Anda mau hiburan dewasa di pesawat, Anda cukup membayar saya dan Anda bisa menikmati layanan yang sesuai keinginan," tulisnya seperti dikutip sebuah blog.

Kabarnya, pakaian dalam tersebut dijual seharga US$ 33 atau Rp 467 ribu per potong atau setengah dari harga jasa panggilan ke hotel yang dipatoknya.

FILE - In this Wednesday, March 18, 2020 file photo, British Airways planes parked at Terminal 5 Heathrow airport in London. The airline has grounded much of its fleet and cabin crew, ground staff and engineers are among over 35,0000 employees facing job suspensions, it was reported on Thursday, April 2, 2020. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms, such as fever and cough. For some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness, including pneumonia. (AP Photo/Frank Augstein, File)Maskapai British Airways (Foto: AP/Frank Augstein)

"Dia secara jelas menjual diri dan menawarkan jasanya dengan foto-foto yang diambil di pesawat BA," komentar seorang netizen.

Pihak BA telah memberi tanggapan dan masih melacak identitas serta keberadaan pramugari itu. "Kami memasang standar yang tinggi untuk pekerja kami, dan saat ini kami sedang melakukan investigasi," tulis BA dalam keterangan resminya.

(dtg/dtg)