Influencer Malaysia Terancam Didenda Rp 7 Miliar karena Body Shaming
Body shaming membuat influencer asal Malaysia ini harus berurusan dengan hukum. Eira Aziera, selebgram dengan 50 ribuan follower, dituntut RM2 juta atau sekitar Rp 7 miliar atas dugaan perundungan di internet.
Insiden terjadi saat Eira Aziera mengadakan live stream di Facebook pada 18 Agustus 2020 lalu. Salah satu netizen bernama Suharnizan menulis tanggapannya di kolom komentar.
"Masak live, makan live, promosi produk pelangsing, bisa kurus?" ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat komentar seperti itu, Eira Aziera langsung meradang. Dia mengomentari berat badan Suharnizan dan menyebutnya dengan nama tak pantas seperti 'babi kuning'.
Sambil marah-marah di siaran live, dia juga menyebarkan foto-foto wanita 37 tahun itu dan keluarganya, termasuk anak-anaknya yang masih di bawah umur. Video body shaming dan perundungan itu seketika jadi viral.
"Setelah menulis komentar itu, saya menyelesaikan pekerjaan kantor dan tidak mengikuti video-nya sampai habis. Kemudian seorang teman bilang ke saya di video itu saya dibuat viral. Ketika memeriksa dan mencari, saya menemukan orang itu dengan sengaja melakukannya (body shaming) tanpa izin atau sepengetahuan saya. Saya tidak mengambil langkah apapun saat itu dan berharap masalah hilang dengan sendirinya," jelas Suharnizan, seperti dikutip dari World of Buzz.
Tapi ternyata persoalan tak berakhir sampai situ. Suharnizan diberitahu bahwa dua akun lain mengunggah dan membagikan kembali rekaman video tentangnya di media sosial.
"Video berdurasi delapan menit dan isinya adalah hinaan tentang penampilan fisik dan lain-lainnya, sampai mendapat ribuan like dan komentar," tuturnya.
Setelah viral, banyak pihak yang menyalahgunakan foto-foto dan nama Suharnizan untuk membuat akun palsu di Facebook. Akibat dari insiden ini dia mengaku mengalami stres hingga trauma karena terus-menerus dihujani pesan teks.
"Saya mengalami stres, trauma, tak henti-hentinya menerima pesan teks, saya juga menderita depresi dan gangguan emosional saat kerja di kantor," tambah Suharnizan.
Merasa sangat terganggu, akhirnya dia menyewa pengacara untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Pengacara Suharnizan, Mohd Rasheed, mengatakan bahwa dia bisa menuntutnya secara hukum.
Suharnizan diwakili pengacaranya akhirnya melaporkan Eira Aziera. Dia menuntut agar sang influencer minta maaf secara terbuka dan membayar kompensasi. Jika dalam 14 hari tuntutan tak juga dipenuhi maka masalah tersebut akan dibawa ke jalur hukum.
Eira Aziera bisa saja benar-benar dipolisikan jika ia terbukti melakukan body shaming. Sebab pemerintah Malaysia telah memberlakukan aturan bahwa body shaming termasuk tindakan kriminal.
Pada September 2019, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa segala bentuk body shaming termasuk tindakan kriminal. Bagi yang melanggar terancam hukuman satu tahun penjara dan denda RM50 ribu atau Rp 178 juta.
(hst/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Sinopsis Cabin Fever 3: Patient Zero di Bioskop Trans TV
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal











































