Meghan Markle Ngomong Politik, Gelar Duchess Terancam Dicopot

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 25 Agu 2020 09:23 WIB
JOHANNESBURG, SOUTH AFRICA - OCTOBER 01:  Meghan, Duchess of Sussex, Patron of the Association of Commonwealth Universities (ACU) visits the University of Johannesburg on October 1, 2019 in Johannesburg, South Africa.  (Photo by Tim Rooke - Pool/Getty Images) Meghan Markle (Foto: Getty Images/Pool)
London -

Istri Pangeran Harry, Meghan Markle, sepertinya harus wawas diri ketika berbicara soal politik kalau tidak mau kehilangan gelar kerajaannya. Muncul seruan agar gelar 'Duchess of Sussex' segera dicopot karena Meghan ikut ambil bagian dalam kegiatan terkait pilpres AS.


Meghan Markle muncul di acara pendaftaran pemungutan suara virtual untuk organisasi 'When We All Vote'. Meghan yang berkebangsaan AS itu mengajak masyarakat untuk ikut memilih di pilpres AS pada November mendatang.

"Kita harus memilih untuk menghormati mereka yang telah mendahului kita dan melindungi generasi berikutnya," ungkap Meghan dalam potongan video acara tersebut yang diunggah di Twitter @WhenWeAllVote, Jumat (21/8/2020).



Dilansir dari Forbes, acara When We All Vote diinisiasi oleh mantan ibu negara Michelle Obama. Ia secara terang-terangan mendukung pencalonan Joe Biden sebagai presiden AS yang diusung oleh Partai Demokrat untuk pilpres 2020.

Keikutsertaan Meghan di kegiatan organisasi tersebut lantas memicu reaksi negatif. Salah satu kritikan datang dari presenter dan bos media Piers Morgan. Tak cuma Meghan Markle, Pangeran Harry juga kena semprot.

"Ratu harus mencopot gelar (Duke dan Duchess) Sussex dari mereka. Mereka tidak bisa menjadi bagian dari keluarga kerajaan di saat mengomentari pemilu negara lain dengan berpihak pada salah satu kubu," kicaunya di Twitter.

LONDON, ENGLAND - MARCH 07: Prince Harry, Duke of Sussex and Meghan, Duchess of Sussex arrive at the Royal Albert Hall on March 7, 2020 in London, England. (Photo by Eddie Mulholland-WPA Pool/Getty Images)Meghan Markle dan Pangeran Harry (Foto: Getty Images/WPA Pool)

Menurut aturan, anggota keluarga Kerajaan Inggris dilarang keras untuk mengutarakan opini yang berbau politik atau berpihak kepada salah satu kubu politik. Protokol tersebut berlaku tanpa terkecuali untuk Ratu Elizabeth II meski ia harus bekerja sama dengan beragam figur politik dalam negeri, khususnya perdana menteri.

Meski sudah mundur sebagai anggota senior keluarga Kerajaan, Pangeran Harry dan Meghan Markle harus tetap memegang prinsip-prinsip Ratu Elizabeth II. Hal tersebut dipertegas dalam pernyataan resmi dari Istana saat merespons pengumuman pengunduran diri mereka.

"Walau secara resmi mereka sudah tak mewakili Ratu, Sussexes harus memastikan semua kegiatan yang mereka lakukan tetap sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Ratu," tulisnya.



Simak Video "Uskup Agung Bantah Klaim Meghan soal Nikah Duluan dengan Harry"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)