Viral #JusticeForAudrey, Psikolog: Jahatnya Sudah Kebangetan

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 10 Apr 2019 11:50 WIB
Ilustrasi bullying (Foto: Istock) Ilustrasi bullying (Foto: Istock)

Pontianak - Masyarakat tengah digegerkan oleh kasus bullying atau perundungan terhadap sesama remaja perempuan yang berujung pada petisi #JusticeForAudrey. Dilihat dari kacamata psikologi, aksi bullying tersebut sudah kelewat batas.

Tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah siswi SMA itu menimpa seorang siswi SMP berinisial AY yang baru berusia 14 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurut keterangan polisi, korban melaporkan bahwa dia telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, serta diseret sampai kepalanya terbentur aspal.


"Ini jahatnya sudah kebangetan karena beredar informasi yang menyebut, selain pelaku menyerang fisik, verbal dan psikis, terjadi juga kekerasan seksual. Lebih tragisnya lagi, pelecehan itu dilakukan terhadap sesama perempuan yang seharusnya saling mendukung satu sama lain," kata psikolog anak Ratih Ibrahim kepada Wolipop, Rabu (10/4/2019).

Video: KPAI Pertanyakan Rasa Empati Pelaku Kekerasan di Pontianak

[Gambas:Video 20detik]



Ratih pun sulit membayangkan betapa parahnya trauma psikologis yang harus ditanggung korban di samping luka fisik akibat perlakuan tersebut.

Ia melihat, balas dendam karena persoalan asmara menjadi motif pelaku untuk menyerang AY. Padahal, AY bukan target utamanya. "Dari informasi yang saya dapat, pelaku sebenarnya bermasalah dengan sepupu AY. Namun, AY yang tidak berdaya menjadi replacement dari objek bullying para pelaku yang pengecut itu," kata Ratih.


Saat ini, AY masih dirawat di rumah sakit dan polisi masih mendalami kasus ini. Tiga orang sudah dipolisikan. Kasus tersebut menyita perhatian masyarakat sampai-sampai muncul petisi #JusticeForAudrey yang mendesak pihak berwajib untuk segera menyelesaikan kasus ini. "Kalau korban mau benar-benar sembuh, keadilan harus segera ditegakkan," tambah Ratih. (dtg/dtg)