Operasi Kencangkan Payudara dan Sempat Selfie, Wanita Ini Berakhir Tragis

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 26 Apr 2018 19:31 WIB
Ekaterina Keselova meninggal saat operasi pengencangan payudara.Foto: Istimewa Ekaterina Keselova meninggal saat operasi pengencangan payudara.Foto: Istimewa

Jakarta - Tak sedikit wanita memilih melakukan operasi untuk mendapatkan bentuk payudara yang indah. Tapi, wanita asal Rusia ini telah meninggal setelah menjalani operasi pengencangan payudara.

Ekaterina Kiseleva dinyatakan meninggal karena gagal jantung saat operasi pengencangan payudara di klinik Triumph Palace. Seperti dikutip dari Metro, ahli bedah Grigory Parekrestov yang dikenal karena berpose selfie dengan pasiennya, termasuk Ekaterina, belum berkomentar tentang kematiannya.

Ibu Ekaterina, Evgenia mengklaim bahwa putrinya meninggal karena kelalaian dan meminta penyelidik kriminal untuk turun tangan atas masalah tersebut. Hal tersebut dilakukannya setelah ia merasa putus asa atas pihak klinik yang menghapus semua keluhannya dan mengabaikan panggilannya.

Baca Juga : Implan Payudara Pecah karena Jalan Rusak, Wanita Ini Dapat Kompensasi Rp 1,1 M
Ekaterina selfie menjelang operasi pengencangan payudaraEkaterina selfie menjelang operasi pengencangan payudara Foto: Istimewa

"Kami terbunuh, hidup kami hancur. Seorang wanita cantik, sehat, cerdas mempercayakan monster-monster ini untuk menghilangkan kekurangannya. Mereka tidak hanya mengambil uang darinya, tapi juga hidupnya," keluh Evgenia.

Evgenia juga menuduh bahwa ahli anestesi Zeinal Nedzhafov pergi sebelum putrinya bangun yang tak sesuai dengan peraturan. Ekaterina berani menjalani operasi payudara selama lima jam seharga £ 1,830 atau sekitar Rp 35 juta, setelah menerima jaminan bahwa itu aman.

Baca Juga : Nggak Punya Duit, Wanita Ini Lepas Implan Payudara Sendiri Pakai Cutter
Ekaterina Keselova meninggal saat operasi pengencangan payudaraEkaterina Keselova meninggal saat operasi pengencangan payudara Foto: Istimewa

"Putriku benar-benar sehat," kata ibu yang putus asa itu.

Evgenia mengklaim bahwa ia baru mengetahui putrinya telah tiada setelah dua jam dari kematiannya. Komite Investigasi Rusia pun tengah menangani kasus tersebut.

Baik dokter Grigory dan ahli anestesi Zeinal belum mau berbicara tentang kematian pasiennya yang tragis itu. Namun klinik tempat mereka bekerja mengungkapkan bahwa prosedur yang dilakukan itu sudah 'benar'. (agm/agm)