Jangan Ditiru, Pamer Barang Curian Branded Tengah Tren di Media Sosial
Rahmi Anjani - wolipop
Minggu, 10 Apr 2016 16:00 WIB
Jakarta
-
Bagi banyak orang, mencuri barang tentu bukan hal positif yang pantas dipamerkan. Namun tidak untuk para wanita yang berani menunjukkan hasil rampasan mereka di media sosial. Bukan perhiasaan atau uang, mereka umumnya mengambil produk gaya hidup, seperti kosmetik, aksesori hingga busana dari brand kenamaan.
Tangan-tangan jahil tersebut dengan bangga memamerkan hasil rampasannya di Tumblr. Mereka memotret barang-barang curian yang ditata menarik selayaknya unggahan blogger fashion atau kecantikan. Setiap posting-an biasanya diberi tanda pagar #shopliftinghaul atau #shoplifting. Beberapa orang bahkan mendedikasikan akunnya hanya untuk memamerkan hasil curian.
Para 'pencuri cantik' itu pun tidak tanggung-tanggung dalam mengambil tanpa bayar. Sebagian orang mencuri beberapa produk curian bernilai mewah, yakni tas Michael Kors, case iPhone, dan dompet Kate Spade dari satu kali kunjungan ke toko.
Adapun wanita dengan akun bernama lift-life yang diketahui berusia 18 tahun. Ia mengaku sudah dua setengah tahun mencuri dan sering mengunjungi department store seperti Ulta, World Market, Macy's, dan Bed Bath & Beyond. Yang terbaru, ia mengambil sejumlah produk kosmetik ternama dari Nars, Urban Decay, Stila, Too Faced, hingga Murad. lift-life biasanya memotret hasil curian di tempat tidurnya namun suatu waktu ia bahkan tak bisa menunggu untuk memamerkan barang-barang sehingga melakukannya saat masih di dalam tasnya.
Termasuk tindak kriminal, wajar jika hobi mereka ini menimbulkan masalah dan kecemasan tersendiri. "Semua ini membuatku merasa sakit. Aku tidak tahu harus berbuat apa dan aku sangat takut kehilangan pekarjaanku karena ini. Aku sekarang tidak punya pemasukan dan tidak tahu harus melakukan apa," kata pemilik akun babygirl-grabs yang kehilangan pekerjaan karena ketahuan mencuri.
Psikoterapis John Mardlin-Clayton pun menanggapi hal memprihatinkan dan tidak patut ditiru ini. Ia mengatakan jika orang-orang yang suka mencuri hanya untuk bersenang-senang umumnya memiliki kebutuhan psikologis tertentu, misalnya ingin menonjol dan dihormati karena bisa punya barang mewah.
"Mereka biasanya mencari perasaan berdaya dengan menipu sesuatu, sebuah dorong adrenalin karena butuh sesuatu yang lebih dalam hidup. Sesuatu yang biasa tapi dapat menciptakan keceriaan dengan menciptakan rasa memiliki atau menggunakan pencurian sebagai mekanisme untuk meredakan emosi negatif atau trauma yang lebih besar," ungkapnya kepada Dailymail.
(ami/ami)
Tangan-tangan jahil tersebut dengan bangga memamerkan hasil rampasannya di Tumblr. Mereka memotret barang-barang curian yang ditata menarik selayaknya unggahan blogger fashion atau kecantikan. Setiap posting-an biasanya diberi tanda pagar #shopliftinghaul atau #shoplifting. Beberapa orang bahkan mendedikasikan akunnya hanya untuk memamerkan hasil curian.
![]() |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun wanita dengan akun bernama lift-life yang diketahui berusia 18 tahun. Ia mengaku sudah dua setengah tahun mencuri dan sering mengunjungi department store seperti Ulta, World Market, Macy's, dan Bed Bath & Beyond. Yang terbaru, ia mengambil sejumlah produk kosmetik ternama dari Nars, Urban Decay, Stila, Too Faced, hingga Murad. lift-life biasanya memotret hasil curian di tempat tidurnya namun suatu waktu ia bahkan tak bisa menunggu untuk memamerkan barang-barang sehingga melakukannya saat masih di dalam tasnya.
Termasuk tindak kriminal, wajar jika hobi mereka ini menimbulkan masalah dan kecemasan tersendiri. "Semua ini membuatku merasa sakit. Aku tidak tahu harus berbuat apa dan aku sangat takut kehilangan pekarjaanku karena ini. Aku sekarang tidak punya pemasukan dan tidak tahu harus melakukan apa," kata pemilik akun babygirl-grabs yang kehilangan pekerjaan karena ketahuan mencuri.
![]() |
Psikoterapis John Mardlin-Clayton pun menanggapi hal memprihatinkan dan tidak patut ditiru ini. Ia mengatakan jika orang-orang yang suka mencuri hanya untuk bersenang-senang umumnya memiliki kebutuhan psikologis tertentu, misalnya ingin menonjol dan dihormati karena bisa punya barang mewah.
"Mereka biasanya mencari perasaan berdaya dengan menipu sesuatu, sebuah dorong adrenalin karena butuh sesuatu yang lebih dalam hidup. Sesuatu yang biasa tapi dapat menciptakan keceriaan dengan menciptakan rasa memiliki atau menggunakan pencurian sebagai mekanisme untuk meredakan emosi negatif atau trauma yang lebih besar," ungkapnya kepada Dailymail.
![]() |
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Park Min Young & Sungjae BTOB Siap Jadi Visual Couple Drakor Adaptasi Dracin
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Drama China Shine On Me Ditarik dari Netflix Vietnam karena Peta Kontroversial
Most Popular
1
8 Pemotretan Terbaru Audi Marissa Bareng Putranya, Anthony Xie Tak Ikut
2
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
3
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
4
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
5
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
MOST COMMENTED














































