Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Setelah 43 Tahun, Akhirnya Ada Pemenang Kontes Kecantikan Miss Iraq

Aulia Rizky - wolipop
Selasa, 22 Des 2015 11:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Reuters
Jakarta - Untuk pertama kali dalam 43 tahun, Irak akhirnya memiliki pemenang kontes kecantikan Miss Iraq. Sebelumnya Irak hanya sekali menggelar kontes ratu kecantikan, yaitu pada1972. Pada tahun tersebut yang menjadi pemenang adalah Wijdan Burhan Al-Deen.

Setelah tahun 1972, ajang ratu kecantikan tak pernah digelar kembali di Irak karena alasan keamanan yang disebabkan oleh konflik di kawasan Timur Tengah. Kalaupun ada ajang pemilihan ratu kecantikan, tidak ada satupun  yang benar-benar sesuai dengan standar internasional seperti Miss Universe dan Miss World.

Hingga pada 19 Desember 2015 kemarin, Irak kembali mengadakan kontes Miss Iraq di Baghdad. Adalah mahasiswi jurusan ekonomi berusia 20 tahun bernama Shaima Qassem yang terpilih sebagai pemenang. Mahkota yang dilengkapi dengan emas dan kristal pun disematkan di atas kepalanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku sangat bahagia menyaksikan perkembangan Irak," tutur Shaima usai dinobatkan menjadi Miss Irak 2015. "Acara ini megah dan membuat kebahagiaan untuk masyarakat Irak," katanya melanjutkan.

Humam Al-Obaidi, Sales Director of the Al-Mada Media Group, yang merupakan salah satu panitia penyelenggara Miss Iraq, berharap dengan kehadiran Miss Iraq dapat membentuk imej Irak yang berbeda kepada dunia. Menurutnya pemenang Miss Iraq ini haruslah seorang wanita yang bisa membawa pesan kepada dunia bahwa Irak cinta damai.

"DIa harus mengatakan pada dunia tentang hebatnya masyarakat Irak dan Irak (sebagai negara) dan bagaimana Irak berjuang agar tetap hidup," ujar Humam.

Humam sadar kontes kecantikan ini tidak akan mampu menghentikan konflik yang ada di negaranya. Namun menurut Humam peran Miss Iraq tetap  dibutuhkan untuk mengubah pandangan orang terhadap Irak.

"Semua orang di seluruh dunia berpikir bahwa Irak adalah negera 'perang' ataupun 'teroris'," katanya. "Kami berusaha untuk mengubah imej ini," tandasnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads