Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Laporan dari Malaysia

Curhat Para Juri Asia's Next Top Model Season 2

Ferdy Thaeras - wolipop
Kamis, 28 Nov 2013 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Fox International & Ferdy Thaeras (Wolipop)
Jakarta -

Bertempat di Penthouse & Banquet Hall Hotel Ritz-Carlton, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia, program AsNTM (Asia's Next Top Models) kembali digelar untuk musim kedua dan mengumumkan 16 model finalis yang dikumpulkan dari 12 negara di Asia, Rabu (27/11/2013). Pecinta reality show seputar dunia fashion dan modelling tentunya sudah tidak asing lagi dengan program franchise yang dibawakan oleh host Nadya Hutagalung.

Program yang akan tayang 8 Januari 2014 di Star World ini akan menampilkan kompetisi para model muda dan cantik dimana hampir seluruh pengambilan gambar dilakukan di Malaysia seperti Sabah, Sarawak, Terengganu, Pangkor, Penang, hingga Malaka. Para finalis yang telah menjalani proses audisi sejak akhir Juli 2013 lalu telah menjalani proses syuting dan eliminasi yang kemudian dirangkum menjadi 13 episode AsNTM Season 2.

Panel juri yang terdiri dari Nadya Hutagalung, Joey Mead King, Mike Rosenthal, hingga Adam Williams, akan bekerja keras memilih sosok top model dan memolesnya agar siap menghadapi industri model yang sesungguhnya. Empat juri tersebutlah yang akan menilai performa para model baik dari sisi foto, video hingga karakter dan kepribadian mereka selama menjalani proses syuting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas apa sajakah yang dicari oleh mereka dari ke-16 finalis hinga akhirnya terpilih menjadi pemenang? Walaupun tidak diungkapkan secara gamblang, tiap juri pun berbagi sedikit kisah tentang proses mereka menjalani syuting AsNTM musim kedua. Salah satunya Nadya Hutagalung yang merasa di musim kedua ini, ia terlibat lebih dekat dengan para finalis, dimana banyak sekali adegan yang menuntutnya turun langsung ke lapangan hingga berbincang dengan para finalis baik untuk memberikan tips maupun sekadar mendengarkan curhat para model.

Beda halnya dengan Joey Mead King yang merasa drama di musim kedua ini lebih kuat dan intens. Karakter model yang ditampilkan di siklus kedua ini lebih beragam dan edgy. "Bukan lagi wajah cantik saja, tapi wajah yang menjadi sebuah representasi sebuah negara. Mereka yang sadar bisa berkompetisi dan juga mendobrak batasan-batasan yang ada," ujarnya saat bincang intim dengan para media di Penthouse Ritz-Carlton, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia.

Hal ini juga ditunjang oleh Mike Rosenthal, juri asal Amerika yang hobi memotret. Ia melihat peserta kali ini mengaku banyak pengalaman modelling namun ketika menjalani syuting, terlihat banyak yang masih hijau. "Mereka perlahan berevolusi, ada yang cepat belajar, ada yang lambat, ada yang tidak mau mendengarkan dan merasa sudah mahir, ada juga yang latar belakang budayanya kuat sehingga jadi halangan," ujar Mike.

Saat ditanya mengapa industri model di Asia didominasi model Kaukasia dan apa yang ia lakukan untuk mengubah itu, ia menjawab bahwa kualitas model bule yang kebanyakan dari Brazil dan Rusia dipengaruhi pula dari betapa sulitnya kehidupan mereka, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk mendobrak. Melakukan yang terbaik dan tidak tanggung-tanggung dalam menampilkan elegansi dan kecantikan yang berbeda dari Asia itu sendiri bisa jadi pelajaran.

Adam Williams yang gesturnya centil 'ngondek' ala banci pun menambahkan bahwa model yang ia mentori harus tahu apa yang mereka mau. Jadi wanita Asia yang cantik boleh tapi bukan sekedar cantik. "Kamu harus tahu apa yang kamu mau, dan melakukan apapun untuk mendapatkannya dengan cara yang benar. "Banyak yang latihan ekspresi saat tidur tapi caranya salah, itu percuma," ujarnya.



(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads