Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Rutinitas Membersihkan Gigi yang Ideal Untuk Cegah Gigi Berlubang

Advertorial - wolipop
Jumat, 09 Okt 2015 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Gigi berlubang adalah masalah kesehatan gigi yang jika didiamkan dapat menjadi semakin parah dan mengganggu kenyamanan aktivitas. Kasus gigi berlubang yang dibiarkan berlarut-larut dapat membuat Anda kehilangan gigi tersebut. Lubang dapat meluas dan struktur jaringan pada gigi lama kelamaan rusak, tidak bisa lagi diselamatkan, sehingga dokter mau tak mau mencabut gigi tersebut.

Hal ini tentunya mengganggu kenyamanan terutama saat mengkonsumsi makanan. Pencernaan makanan di mulut pun menjadi tidak sempurna. Akibatnya, kesehatan tubuh terutama pada organ pencernaan lainnya menjadi terganggu. Karena itu, jelas gigi berlubang bukanlah persoalan ringan yang pantas disepelekan.

“Pada saat gigi berlubang, mineral yang sudah terkikis pada email gigi sudah banyak dan ada jaringan yang sudah hancur. Lubang juga dapat semakin melebar jika tidak ditangani dengan baik. Jika belum terlambat bisa dihentikan dengan tambal, tapi kalau sudah sangat parah mau tidak mau dicabut. Struktur gigi dan gigitan antar gigi akan berubah sehingga kadang mengunyah tidak nyaman,” ujar Drg. Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, SpKGA(K), praktisi kesehatan gigi Universitas Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daripada mengalami rasa sakit karena lubang pada gigi dan melalui proses penanganan medis yang juga membutuhkan waktu tidak sedikit, sebaiknya mencegah. Caranya dengan menerapkan rutinitas membersihkan gigi yang ideal agar hasilnya juga optimal. Bagaimana caranya?

Cukup dengan tiga rangkaian sederhana yaitu brush-floss-rinse. Jangan menganggap menyikat gigi hanya sekedar kewajiban yang harus dilakukan setiap hari. Sikatlah gigi dengan sungguh-sungguh dan teliti. Gunakan pasta gigi secukupnya dan sikat gigi dengan gerakan ke atas dan kebawah, mulai dari batas gusi ke gigi.

Jangan berfokus pada tekanan sikat ke gigi, karena menyikat gigi terlalu keras juga tidak baik. Fokus pada jangkauan ke setiap sudut gigi. Untuk hasil yang maksimal lakukan sikat gigi selama kurang lebih dua menit. Sikat juga bagian lidah, karena plak tidak hanya terbentuk di gigi tapi juga di lidah.

Untuk menjangkau bagian-bagian yang sulit seperti sela-sela gigi gunakan dental floss. Lakukan flossing setelah tuntas menyikat gigi. Sisa-sisa makanan seperti serat-serat daging atau makanan yang bertekstur lengket dapat terangkat dengan menggunakan dental floss.

Jika sudah selesai, sempurnakan dengan berkumur karena menyikat gigi saja hanya membersihkan 25% rongga mulut. Gunakan mouthwash dengan kandungan antiseptik alami namun efektif mengurangi bakteri buruk di dalam mulut. Berkumurlah secukupnya, sesuai anjuran dan kebutuhan. Lakukan rutinitas ini setelah benar-benar tuntas menyikat gigi dan flossing. Ingat, penggunaan mouthwash tidak dapat menggantikan sikat gigi tapi menyempurnakan keseluruhan rutinitas kebersihan gigi.

Salah satu mouthwash berantiseptik yang dapat dipertimbangkan untuk membantu perawatan harian adalah LISTERINE®. Mouthwash ini mudah ditemui dan memiliki kombinasi empat minyak atsiri alami sebagai antiseptik yaitu thymol, eucalyptol, menthol dan methyl salicilate. Kombinasi keempatnya efektif mengurangi bakteri buruk dan memberi sensasi segar pada mulut.

Sebagai anjuran, berkumurlah dengan 20 ml cairan LISTERINE® selama 30 detik. Gigi akan terhindar dari masalah-masalah seperti berlubang, karang gigi, infeksi gusi dan bau mulut. Kandungan fluoride-nya membuat email gigi semakin kuat sehingga dapat mencegah berlubang dan kandungan zinc akan menghambat pertumbuhan plak.

“Kebiasaan pembersihan gigi dan mulut yang baik akan menurunkan jumlah bakteri buruk dalam mulut. Secara tidak langsung akan mencegah masalah-masalah gigi. Ini karena masalah gigi termasuk gigi berlubang awalnya disebabkan oleh terabaikannya kebersihan gigi hingga menyebabkan akumulasi bakteri buruk,” ujar Drg. Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, SpKGA(K) lagi.

Tidak ada kata terlambat. Mulai terapkan rutinitas kebersihan gigi dan mulut yang ideal di atas untuk memperbaiki kesehatan gigi Anda. Jangan lupa kunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali.



Tentang dokter:

Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, drg., SpKGA(K). Praktisi kesehatan gigi yang menekuni perawatan kesehatan gigi anak. Mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar dan staf akademik di Departemen Pediatric Dentistry, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Selain itu juga membantu pelayanan kesehatan gigi sebagai tenaga medis di Meilia Hospital – Cibubur, RS. Islam Jakarta – Cempaka Putih dan Klinik Gedong.



(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads