Viral Verificator
Viral Anak Kos Mulung Sayur Sisa Pasar yang Layak Demi Hemat Pengeluaran
Aksi kreatif dan hemat dua orang pria yang berstatus sebagai anak kos viral di media sosial setelah membagikan momen berburu sayuran sisa pasar. Melalui unggahan yang beredar di Instagram, mereka membagikan pengalaman unik menyisir area pasar tradisional demi mengumpulkan sayuran sisa sortiran yang dibuang namun ternyata masih layak untuk diolah.
Dengan senyum lebar dan raut wajah tanpa gengsi, keduanya tampak teliti memilah-milah tumpukan sayur di dekat truk angkutan dan lapak pedagang demi menghemat pengeluaran bulanan mereka.
"Kami pilih yg masih layak aj yaa guys," tulis keterangan akun Instagram @sagara_sagara.aja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video singkat tersebut, terlihat perjuangan mereka membuahkan hasil yang terbilang melimpah untuk persediaan makan selama beberapa hari. Di tengah hiruk-pikuk suasana pasar malam yang mulai sepi, dua pria ini mengumpulkan berbagai macam bahan pangan segar seperti kembang kol utuh, cabai merah dan hijau, selada, hingga terung ungu langsung dari sisa pembuangan pasar yang berserakan di tanah.
Ia menunjukkan bahwa dengan ketelitian yang tepat, bahan-bahan makanan yang kerap dianggap sampah ini justru bisa disulap menjadi hidangan bergizi yang menyelamatkan kantong mahasiswa di akhir bulan. Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 1,3 juta kali dan mendapatkan banjir komentar dari warganet.
"Aku sebenernya juga kalau lihat sayuran dibuang² masih layak juga sayang,,cuma malu aja mau mulung ,gak ada temen nya😂😂," ngakak akun @adhwakuria86.
"Kak ikutt dong seru bgt keknya🙌," saut akun @azizzahikyy_.
"Sebenarnya aku pengen ikutan mulung jugaa🤣kadang sayang masih banyak yg bagus bagus mubadzir," timpal akun @julieromzi.
Konfirmasi Wolipop
Viral aksi dua anak kos tanpa gengsi mulung sayur sisa pasar yang masih layak. Bermodal teliti, mereka dapat stok kembang kol hingga cabai demi hemat uang. Foto: Dok. Instagram @sagara_sagara.aja. |
Wolipop sudah menghubungi Hapiandi Sagara, mahasiswa berusia 21 tahun yang akrab disapa Fandi ini berdomisili di Bukittinggi, Sumatra Barat dan sehari-hari disibukkan dengan aktivitas kuliah serta menari. Di balik kontennya yang viral mengenai aksi memungut sayur sisa di pasar, Fandi menyimpan kisah perjuangan yang sangat relate dengan kehidupan anak rantau.
Ide memungut sayur buangan ini muncul begitu saja di benaknya sebagai solusi bertahan hidup sekaligus bahan konten yang bermanfaat. Untuk berburu sayuran tersebut, Fandi biasanya mendatangi pasar-pasar tradisional yang berada di dekat kosnya, seperti Pasar Bawah Bukittinggi, Aur Kuning, hingga Pasar Padang Luar.
Jenis sayur yang ia cari pun beragam, mulai dari sawi, wortel, lobak, kembang kol, terong, tomat, hingga cabai. Saat menemukan sayuran yang dibuang tersebut, Fandi mengaku perasaannya bercampur aduk antara senang dan sedih.
"Senang tapi ada sedikit agak kecewa. Contohnya sayuran yang masih layak dan bagus dibuang begitu saja, jadi merasa kurang (pantas)," ungkap Fandi saat diwawancarai oleh Wolipop.
Viral aksi dua anak kos tanpa gengsi mulung sayur sisa pasar yang masih layak. Bermodal teliti, mereka dapat stok kembang kol hingga cabai demi hemat uang. Foto: Dok. Instagram @sagara_sagara.aja. |
Bagi Fandi, aksi memungut sayur sisa ini bukan sekadar untuk kebutuhan konten, melainkan penyelamat di tengah kondisi keuangannya yang sedang kritis. Sebagai anak kuliahan yang belum memiliki pekerjaan tetap, ia harus memutar otak agar bisa tetap makan dengan sisa uang yang ada.
"Kemarin mungutnya itu memang nggak ada uang lagi, uangnya hanya cukup untuk beli tahu dan minyak yang seperempat. Sebelumnya kami biasa sering belanja ke pasar dan sering juga kalau sore-sore lihat itu banyak sayuran, cabe, bawang-bawangan, dan buah-buah terbuang. Jadi waktu kami lagi sulit dalam keuangan, kami rencanakan aja untuk ngutip di pasar itu, dan hemat-hemat keuangan juga di kos," beber Fandi secara jujur.
Langkah ini terbukti sangat efektif dalam memangkas pengeluaran bulanannya sebagai anak kos. Berkat sayur-sayuran yang diselamatkan dari pasar tersebut, Fandi bisa mengamankan stok makanan untuk beberapa hari ke depan tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
"Kadang bisa tiga hari untuk sayuran, tapi kalau cabe hanya dua hari," pungkasnya mengenai estimasi kehematan yang ia dapatkan.
Viral aksi dua anak kos tanpa gengsi mulung sayur sisa pasar yang masih layak. Bermodal teliti, mereka dapat stok kembang kol hingga cabai demi hemat uang. Foto: Dok. Instagram @sagara_sagara.aja. |















































