Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Lamaran di Tengah Konser, Pasangan Ini Tuai Protes Penonton

Vina Oktiani - wolipop
Minggu, 20 Sep 2026 21:00 WIB
...
Lamaran viral di tengah konser
Foto: via SCMP
Jakarta -

Momen lamaran romantis di tengah konser biasanya menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Namun, hal berbeda terjadi di sebuah konser di Beijing, China. Lamaran yang dilakukan sepasang kekasih justru menuai protes karena dianggap mengganggu pandangan penonton lain.

Melansir SCMP, kejadian tersebut berlangsung pada 12 September saat penyanyi China Zhao Lei tampil di National Stadium atau Bird's Nest, Beijing. Di tengah konser yang dihadiri puluhan ribu penonton, seorang pria di area depan tiba-tiba berdiri untuk melamar pasangannya.

Dalam video yang beredar di media sosial, sang wanita terlihat mengenakan gaun pengantin putih lengkap dengan veil. Ia tampak terharu, kemudian berdiri dan melambaikan tangan ke arah panggung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, momen romantis tersebut tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Pasangan itu disebut berdiri selama lebih dari lima menit sehingga penonton yang berada di belakang mereka kesulitan melihat panggung. Sejumlah penonton pun terdengar meneriakkan, "Duduk!"

Lamaran viral di tengah konserLamaran viral di tengah konser Foto: via SCMP

Sebelum lamaran berlangsung, pasangan tersebut juga sempat membagikan permen pernikahan kepada penonton di sekitar mereka dengan cara melemparkannya. Petugas keamanan kemudian turun tangan dan meminta mereka menghentikannya.

ADVERTISEMENT

Video kejadian tersebut akhirnya viral di media sosial China. Pembahasan mengenai lamaran di konser itu bahkan telah meraih lebih dari 110 juta tayangan.

Sebagian warganet mengkritik pasangan tersebut karena menganggap para penonton telah membeli tiket untuk menyaksikan penampilan Zhao Lei, bukan untuk melihat perayaan pribadi orang lain. Ada pula yang menilai lamaran seharusnya dilakukan tanpa mengganggu penonton lain.

Di sisi lain, sejumlah orang meminta penonton untuk lebih memahami pasangan tersebut. Menurut mereka, lamaran di konser tetap bisa menjadi momen romantis selama tidak menghalangi pandangan atau mengganggu orang lain. Pasangan tersebut sebenarnya bisa bertukar cincin dengan lebih tenang atau menunggu sampai konser selesai.

Setelah video menjadi viral, pasangan itu disebut meminta agar rekaman tersebut dihapus dan telah menghubungi polisi.

Lamaran saat konser sendiri bukanlah hal baru di China. Dalam beberapa konser, pasangan bahkan sengaja memilih momen tersebut untuk mengungkapkan perasaan dan melamar kekasih mereka.

Pada September, beberapa pasangan juga melakukan lamaran saat konser penyanyi Li Ronghao di Chengdu. Li Ronghao menyambut momen tersebut dan bahkan bercanda bahwa dirinya sudah seperti 'pembawa acara pernikahan'.

Popularitas lamaran di konser juga memunculkan tren lain, yaitu mencari nomor kursi yang dianggap memiliki makna romantis. Di konser Jay Chou di Hong Kong, misalnya, sepasang kursi bernomor 13 dan 14 disebut memiliki makna 'seumur hidup' jika dikaitkan dengan pelafalan dalam bahasa Mandarin. Dua kursi tersebut bahkan dilaporkan dijual kembali oleh calo tiket dengan harga mencapai 12.013 yuan atau sekitar Rp 31,9 juta.

Seorang calo tiket juga pernah membagikan tips agar pasangan yang melamar lebih mudah menarik perhatian kamera panggung. Semakin dramatis aksinya, semakin besar kemungkinan mereka ditampilkan di layar konser.

Meski demikian, praktik jual beli kembali tiket dengan harga tinggi atau ticket scalping merupakan tindakan ilegal di China. Dalam kasus tertentu, pelakunya bahkan dapat menghadapi hukuman pidana.

(vio/vio)
...
Hide Ads