Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Fenomena Conscious Unbossing, Gen Z Tolak Naik Jabatan, Pilih Jalan-jalan

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 17 Sep 2026 16:04 WIB
...
Woman at desk, staring at computer screen
Foto: Getty Images
Jakarta -

'Conscious Unbossing' menjadi perbincangan baru dalam diskusi profesional yang jadi viral sejak tahun lalu. Istilah tersebut merujuk pada fenomena di mana pekerja-pekerja yang kebanyakan berusia muda menolak untuk dipromosikan. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang ingin cepat naik jabatan, mereka memilih untuk 'jalan di tempat'. Apa alasannya?

Conscious Unbossing menuai perbincangan setelah curhatan seorang pegawai jadi viral. Dilihat lebih dari 40 juta kali, wanita bernama June asal China mengaku menolak dipromosikan sebanyak tiga kali. Ia memilih bisa sering liburan dibanding menghabiskan waktu untuk bekerja dengan peran baru yang menuntut tanggung jawab berat.

Yang menjadi perhatian netizen, sebelumnya ia pernah dipromosikan untuk memimpin pusat pelatihan di sebuah perusahaan pendidikan. Tapi ia kembali malah meminta dikembalikan ke posisi sebelumnya dalam waktu dua minggu saja karena kewalahan oleh tekanan yang meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Curhatan itu disetujui oleh banyak pekerja lain. Bagi banyak gen Z di China, menolak promosi tidak berarti meninggalkan ambisi atau memilih untuk pasrah. Sebaliknya, hal ini mencerminkan keinginan untuk menghindari tekanan berat yang melekat pada peran manajemen tingkat menengah, posisi yang terjepit di antara eksekutif senior dan karyawan garda depan.

ADVERTISEMENT

"Setelah menjadi ketua tim sementara, penghasilanku hanya bertambah 100 yuan (Rp 264 ribuan) per bulan tapi setiap kali ada masalah, aku lah yang harus bertanggung jawab," kata netizen di kolom komentar.

"Jika terlalu mudah diandalkan, kamu akan kewalahan dengan pekerjaan. Jika kamu bersikap terlalu sulit, kamu berisiko dikesampingkan. Tantangannya terletak pada menentukan batasan yang tepat,"

"Menolak promosi tidak berarti menyerah pada pengembangan diri. Pengembangan diri tidak selalu soal meniti karier ke posisi yang lebih tinggi, hal itu juga bisa berupa pengembangan aspek internal. Aku mendambakan pekerjaan yang stabil dan tidak terlalu membebani, sehingga aku memiliki lebih banyak waktu untuk minat pribadi dan keluarga." tulis mereka


Gen Z Menghindari Promosi

Fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Perusahaan rekrutmen asal Inggris, Robert Walters, menyebut keputusan sadar untuk tidak menjadi atasan ini sebagai tren global. Dalam survei yang dilakukan perusahaan pada 2024 menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden dari Generasi Z tidak memiliki aspirasi untuk menjadi manajer tingkat menengah, sementara 72 persen lebih mengutamakan pengembangan diri dibandingkan mengelola orang lain.

Lucy Bisset selaku direktur di Robert Walters North, divisi regional sebuah perusahaan menyetujuinya adanya menurunnya daya tarik peran manajemen. Dan hal itu dapat merupakan tantangan bagi perusahaan.

Ia pun mendesak perusahaan untuk menata ulang posisi-posisi tersebut. Lucy menyarankan manajerial agar memberikan otonomi yang lebih besar serta jalur pengembangan keterampilan yang lebih jelas agar pekerja-pekerja muda mau mengambil posisi lebih tinggi tanpa merasa terbebani.

(ami/ami)
...
Hide Ads