Sosok Menaker AS yang Mundur dari Jabatan, Dituduh Ada Hubungan dengan Bawahan
Lori Chavez-DeRemer baru saja mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat. Wanita tersebut berhenti dari jabatannya setelah tersandung beberapa kontroversi. Salah satunya terkait skandal dengan bawahan.
Lori adalah wanita ketiga yang meninggalkan pemerintahan Donald Trump sejak Maret tahun ini. Pengunduran dirinya diungkapkan Juru Bicara Gedung Putih Steven Cheung dalam unggahan di X. Dikatakan mantan menteri itu mulai sekarang akan mengambil posisi di sektor swasta.
"Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer akan meninggalkan pemerintahan untuk mengambil posisi di sektor swasta. Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam perannya dengan melindungi pekerja Amerika, memberlakukan praktek ketenagakerjaan yang adil, dan membantu warga Amerika memperoleh keterampilan tambahan untuk meningkatkan kehidupan mereka," tulis Steven.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu jadi sorotan karena presiden AS sebelumnya memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem setelah penggerebekan imigrasi federal di Minnesota yang menyebabkan kematian dua demonstran. Setelah itu, Trump juga memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi awal bulan ini.
Lori Dituduh Punya Hubungan dengan Bawahan
Alasan Lori mengundurkan diri dikaitkan dengan berbagai kontroversinya. Awal tahun ini muncul laporan bahwa ia sedang menjalani serangkaian investigasi. Dilansir New York Post, terungkap dalam dokumen bahwa ia dituduh menjalin hubungan tidak pantas dengan seorang bawahan yang merupakan anggota tim keamanannya.
Laporan tersebut juga menuduh Lori meminta staf untuk memalsukan perjalanan resmi diduga untuk menutupi liburan pribadi dengan teman dan keluarga. Adapun rumour mengenai wanita 58 tahun itu suka minum alkohol di kantor selama jam kerja, berlaku kurang pantas dengan staf-staf wanita, dan meminta para ajudan untuk menjalankan tugas-tugas pribadi.
Investigasi tersebut kemudian membuat dua ajudan utamanya terpaksa keluar. Yakni mantan kepala stafnya, Jihun Han, dan wakil kepala staf, Rebecca Wright, yang namanya disebutkan dalam pengaduan pelanggaran.
Menurut New York Times, keduanya dituduh mencoba mengarahkan hibah departemen kepada para operator politik yang disukai setelah para penyelidik mewawancarai beberapa lusin saksi. Mereka berdua sebelumnya pernah bekerja untuk Lori selama masa jabatannya di Kongres.
Sampai saat ini Lori Chavez-DeRemer tidak berkomentar langsung tentang skandal yang menyeret dirinya. Namun kasusnya masih bergulir selagi setidaknya tiga anggota staf Departemen Tenaga Kerja AS telah mengajukan aduan pelanggaran hak sipil dan menggambarkan lingkungan kerja mereka tidak sehat.
Lori Ditunjuk Donald Trump
Lori Chavez-DeRemer sendiri merupakan seorang Republikan yang memenangkan pemilihan untuk Distrik Kongres ke-5 Oregon pada 2022. Ia sayangnya kalah dalam pemilihan ulang pada tahun 2024 dari Janelle Bynum tapi kemudian dipilih oleh Presiden Donald Trump untuk menjabat sebagai menteri tenaga kerja hanya beberapa minggu setelahnya
.
Meski tidak lagi sebagai menteri, Lori mengungkapkan tekadnya untuk tetap memperjuangkan hak-hak pekerja. "Meskipun masa jabatanku dalam pemerintahan telah berakhir, bukan berarti aku akan berhenti memperjuangkan para pekerja Amerika," tulis Chavez-DeRemer dalam pernyataan di X.













































