Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Jejak Aksi Kartini Masa Kini: Perempuan Ambil Peran di Roda Perekonomian

Hana Nushratu Uzma - wolipop
Rabu, 20 Mei 2026 10:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Grab
Foto: Grab
Jakarta -

Perempuan terus mengambil peran penting di tengah berbagai tantangan ekonomi dan perubahan zaman. Mereka tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga turut menopang keluarga, membuka peluang bagi sekitar, dan berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian.

Di Indonesia, UMKM berjumlah lebih dari 65 juta unit usaha dan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Namun, pelaku usaha masih kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan daya beli masyarakat. Di sisi lain, lebih dari 40 juta perempuan di Asia Tenggara mampu dan siap untuk berkarya, tetapi masih menghadapi keterbatasan waktu, akses, serta rasa aman dalam mengambil peluang ekonomi.

Di tengah tantangan tersebut, kehadiran platform delivery dan ride-hailing membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk mengembangkan potensi dan memperluas akses terhadap peluang ekonomi. Di Asia Tenggara, sektor ride-hailing berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hingga USD 0,8 miliar, menunjukkan bahwa ekosistem ini memiliki peran dalam menciptakan peluang ekonomi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak tersebut juga tercermin dalam ekosistem Grab, di mana lebih dari 61% pemilik usaha dan merchant merupakan perempuan. Selain itu, lebih dari 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan di Asia Tenggara telah menjadi bagian dari ekosistem Grab dan merasakan manfaat dari akses penghasilan yang lebih fleksibel.

Semangat ini tergambar melalui kisah Trivena Florentina dan Herawati sebagai bagian dari kampanye Jejak Aksi Kartini Masa Kini. Florentina, Mitra Merchant Grab Indonesia, terus membangun usaha kulinernya dengan ketekunan di tengah berbagai perubahan. Sementara itu, Herawati (atau biasa disapa Putri) Mitra Pengemudi Perempuan Grab Indonesia, menemukan ruang baru untuk berkembang dan membangun kemandirian melalui platform Grab. Simak kisah keduanya di sini.

ADVERTISEMENT

Florentina: Bangkit dari Keterbatasan, Tumbuh Lewat Usaha Kuliner

Grab Foto: Grab

Florentina membuktikan bahwa harapan besar bisa tumbuh dari usaha yang sederhana. Sejak bergabung sebagai Mitra Merchant Grab Indonesia pada 2017, ia terus membangun usahanya di tengah berbagai tantangan. Kini, Florentina mengelola usaha bakso bakar, bakso kuah, dan bakmi ayam bersama suaminya.

Perjalanan usahanya berawal dari perubahan kondisi keluarga. Sang suami, yang sebelumnya bekerja sebagai musisi, kerap menghadapi risiko pekerjaan di malam hari. Situasi tersebut mendorong Florentina untuk mencari jalan baru demi masa depan keluarganya.

"Ketika suami saya mengalami kecelakaan, saya mulai berpikir bahwa sudah waktunya untuk berhenti dari dunia malam dan memulai usaha yang lebih baik untuk kesehatan dan kehidupan kami," ujarnya, dikutip dari CXO Media dalam segmen Jejak Aksi Kartini Masa Kini, Rabu (6/5/2026).

Berbekal kemampuan memasak, Florentina mulai berjualan dari rumah. Usaha tersebut perlahan tumbuh, meski ia harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk membagi waktu antara keluarga dan bisnis yang terus berjalan.

"Tantangan paling besar adalah mengalahkan diri sendiri. Saya terbiasa mengurus suami, anak, dan rumah. Namun, tiba-tiba saya juga harus menjalankan usaha yang membutuhkan waktu dan energi lebih besar. Tantangannya bukan hanya soal mengelola bisnis, tetapi juga menjaga hati dan pikiran agar usaha ini bisa terus berjalan," jelas Florentina.

Seiring waktu, pesanan terus bertambah dan kepercayaan pelanggan meningkat. Florentina akhirnya berani mengembangkan usaha lebih besar dan pindah ke tempat usaha yang lebih layak.

Namun, perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Di tengah pertumbuhan usahanya, Florentina kembali menghadapi ujian ketika keluarganya jatuh sakit. Di titik yang berat tersebut, Florentina memilih untuk terus bertahan dan mencari cara agar usahanya tetap berjalan.

"Caranya adalah menerima. Ketika kita bisa menerima keadaan yang tidak baik, kita akan bisa membalikkan situasi. Sedihnya cukup di situ, setelah itu harus kembali optimis," ujarnya.

Melalui informasi dari seorang teman, Florentina mulai mengenal berbagai layanan Grab. Ia kemudian mencari tahu lebih lanjut hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung sebagai Mitra Merchant Grab Indonesia. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan usahanya.

Sejak bergabung, Florentina terus mengembangkan bisnis kulinernya di aplikasi Grab dengan menambah variasi menu. Ia mengibaratkan platform tersebut seperti "bayi baru" yang harus terus dirawat dan dikembangkan agar dapat tumbuh lebih besar.

Tidak hanya mengembangkan bisnisnya sendiri, Florentina juga aktif berbagi ilmu dengan orang-orang di sekitarnya. Ia membagikan tips memasak kepada para ibu melalui booklet digital dan kelas daring pembuatan bakso. Selain itu, ia turut membantu sesama pelaku UMKM untuk bergabung dan bertumbuh bersama Grab Indonesia.

Perjalanan Florentina menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari ruang yang paling dekat, yakni keluarga dan usaha yang dibangun dari rumah. Dengan ketekunan, keberanian beradaptasi, dan akses yang tepat, langkah kecil dapat tumbuh menjadi peluang yang lebih besar.

Putri Herawati: Dari Balik Kemudi, Menggerakkan dan Menginspirasi

Grab Foto: Grab

Sementara itu, Putri mengambil peran berbeda sebagai Mitra Pengemudi Grab Indonesia. Dari balik kemudi, ia tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan dapat mengambil ruang di bidang pekerjaan yang selama ini masih kerap dianggap identik dengan laki-laki.

Putri sendiri memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya memilih menjadi Mitra Pengemudi. Ia pernah bekerja selama 12 tahun di industri media dengan ritme kerja yang padat dan tidak menentu. Setelah resign dan sempat mencoba usaha yang terdampak pandemi, ia akhirnya mencari jalan baru.

Sebelum menjadi Mitra Pengemudi, Putri telah melalui perjalanan panjang. Ia pernah bekerja selama 12 tahun di industri media dengan ritme kerja yang padat dan tidak menentu. Karena alasan pribadi, Putri kemudian mengundurkan diri dan sempat mencoba membangun usaha. Namun, usaha tersebut terdampak pandemi, sehingga ia mulai mencari jalan baru untuk tetap produktif dan mandiri.

Keputusan menjadi Mitra Pengemudi berawal dari percakapan sederhana dengan seorang teman. Awalnya, Putri sempat ragu karena pekerjaan sebagai pengemudi belum selalu dipandang sebagai pilihan utama oleh sebagian orang. Namun, keberadaan komunitas pengemudi perempuan membuatnya tertarik, terlebih karena ia merasa pekerjaan ini selaras dengan hal yang ia sukai, yaitu menyetir dan bertemu orang baru.

Meski pada awalnya keluarga sempat merasa khawatir, Putri tetap melangkah dengan dukungan suaminya. Seiring waktu, ia menemukan bahwa pekerjaannya bukan sekadar mengemudi, tetapi juga membuka ruang untuk bertemu dengan banyak orang dan menghadirkan pengalaman sosial yang bermakna.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia mengantar seorang penumpang lansia yang sedang sakit. Momen tersebut menyadarkannya bahwa pekerjaan ini juga dapat menjadi cara untuk membantu orang lain. Dari pengalaman itu, Putri semakin yakin bahwa pekerjaannya memiliki nilai kemanusiaan.

Kini, Putri aktif dalam komunitas pengemudi perempuan untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Tidak hanya itu, ia juga aktif menjadi kreator konten dan instruktur mobil listrik di Grab Indonesia, dengan membagikan edukasi serta pelatihan bagi sesama Mitra Pengemudi.

"Sebagai perempuan, saya bisa sejajar dengan laki-laki untuk berkembang. Tidak ada batasan bagi perempuan dalam melakukan pekerjaan ini," ujarnya.

Kisah Putri menunjukkan bahwa keberanian perempuan untuk mengambil ruang dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk dari balik kemudi. Melalui pekerjaannya, Putri tidak hanya membangun kemandirian, tetapi juga menemukan ruang untuk bertumbuh, berbagi pengalaman, dan menguatkan sesama perempuan di komunitasnya.

Baik Florentina dan Putri menunjukkan bahwa perempuan memiliki banyak cara untuk berdaya. Florentina membangun kemandirian melalui usaha kuliner yang dirintis dari rumah, sementara Putri menemukan ruang baru untuk berkembang dari balik kemudi. Keduanya menjadi gambaran Kartini masa kini: perempuan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh, berbagi, dan menciptakan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.

(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads