Perusahaan Larang Karyawan Bawa Kue Ulang Tahun ke Kantor, Picu Kontroversi
Perayaan ulang tahun karyawan di kantor biasanya identik dengan cake, kudapan dan momen kebersamaan. Namun, tradisi ini dihentikan oleh sebuah perusahaan dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan keamanan.
Perusahaan desain stan pameran, Quadrant2Design, yang berbasis di Poole, Dorset, Inggris, melarang karyawan membawa dan berbagi kue ulang tahun di kantor. Kebijakan ini diambil demi mencegah risiko terkait alergi makanan dan keamanan pangan.
Menurut pihak perusahaan, keputusan tersebut dipicu oleh meningkatnya risiko hukum, asuransi, dan kepatuhan yang berkaitan dengan makanan dari sumber yang tidak jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan baru ini menuai kritik di kalangan staf kantor. Salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya menilai langkah tersebut sebagai bentuk aturan yang terlalu berlebihan di dunia kerja modern.
"Yang membuatnya terasa janggal, perusahaan masih menyediakan makanan untuk klien dan tamu. Ini menimbulkan pertanyaan soal konsistensi dan penerapan aturan," ujarnya, seperti dikutip dari Daily Express.
Karyawan tersebut juga menambahkan bahwa pekerja diingatkan untuk tidak membawa anak ke tempat kerja untuk alasan keamanan.
"Langkah-langkah ini menggambarkan lingkungan kerja di mana tradisi sosial yang sudah lama ada, seperti membawa kue ulang tahun, perlahan dihapus karena kekhawatiran hukum," katanya.
"Ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar. Apakah aturan ketenagakerjaan saat ini sudah terlalu jauh?" lanjutnya.
Di sisi lain, pendiri perusahaan, Alan Jenkins, menegaskan bahwa aturan ini bukannya berlebihan, melainkan langkah pencegahan terhadap risiko keselamatan karyawan di lingkungan kerja. Dia menjelaskan bahwa makanan yang dibawa karyawan sering kali berasal dari luar negeri, dengan standar pelabelan yang berbeda.
Bahan seperti kacang, misalnya, tidak selalu tercantum dengan jelas di kemasan padahal bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki alergi.
"Semakin banyak orang memiliki alergi, dan terkadang tidak semua orang mengungkapkannya kepada perusahaan atau rekan kerja," jelas Alan.
"Memberikan izin untuk berbagi makanan dari sumber yang tidak jelas merupakan risiko yang tidak ingin kami ambil. Ini bukan soal aturan berlebihan, tapi respons yang terukur terhadap risiko yang ada," pungkasnya.
(hst/hst)










































