Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bos LinkedIn Ungkap Skill '5C' yang Tak Akan Tergantikan Oleh AI

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 10 Apr 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi wanita karier
Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij
Jakarta -

Ketatnya persaingan dan terbatasnya lowongan membuat pencarian kerja butuh lebih dari sekadar ijazah. Apalagi kini para pelamar bukan hanya bersaing dengan sesama tapi robot dan AI. Meski begitu, pekerjaan manusia tidak akan sepenuhnya tergantikan. Menurut bos LinkedIn, ada lima kemampuan yang harus dimiliki untuk bersanding dengan kecanggihan teknologi.

Menurut CEO Ryan Roslansky dan Aneesh Raman, AI tak akan sepenuhnya menggeser pekerjaan manusia. Banyak yang tidak menyadari bahwa keterampilan unik manusia lah yang membuat kita tak tergantikan.

Untuk mengetahuinya, Ryan berbicara dengan para ahli saraf, psikolog organisasi, ekonom perilaku sampai pemimpin bertalenta. Berdasarkan diskusi mereka, terungkap lima kemampuan atau 5C yang harus dimiliki anak muda di pasar kerja yang bergejolak saat ini agar tidak tergeser AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Curiosity (Rasa Penasaran)

AI dapat menghasilkan kemungkinan berdasarkan pola. Manusia memutuskan mana yang penting dengan rasa keingintahuannya. Di tempat kerja, rasa ingin tahu sering kali membuat rutinitas membosankan malah menghasilkan penemuan.

Menurut Ryan, dapat memanfaatkan rasa ingin tahu dan keterbukaan untuk mempelajari tentang AI dan bagaimana AI akan mengubah pekerjaan kita, untuk memahami diri kita sendiri dan mencari tahu apa yang membuat kita tak tergantikan.

ADVERTISEMENT

Ia mencontohkan penemuan vaksin polio karena Jonas Salk dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah virus yang mati dapat mengajarkan tubuh untuk melawan virus yang hidup. Ia bisa saja salah. Namun, ia tetap meluangkan waktu untuk menguji idenya. Rasa ingin tahu itulah yang membuat Wilbur dan Orville Wright bertanya-tanya: Jika burung bisa terbang, mengapa kita tidak bisa?

Courage (Keberanian)

AI memang bisa menghitung risiko. Tapi hanya manusia yang memutuskan risiko apa yang layak diambil.

Keberanian adalah kemauan untuk bertindak tanpa informasi lengkap dan untuk terus maju ketika hasilnya tidak terjamin. Itu dibutuhkan dalam kasus uji coba ketika semua orang menunggu bukti. Di tempat kerja, keberanian mengubah keraguan menjadi tindakan. Misalnya saat manajer sales memberi tahu klien bahwa permintaan mereka tidak tepat, kemudian membimbing mereka ke solusi yang lebih baik.

Creativity (Kreatifitas)

Ilustrasi wanita karier

Foto: Getty Images/maroke

AI dapat mengumpulkan informasi yang sudah ada. Manusia memutuskan apa yang layak untuk diimajinasikan.

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, bukan hanya dengan menggabungkan kembali elemen-elemen yang sudah ada, tetapi dengan membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah ada sebelumnya.

Di tempat kerja, kreativitas tidak terbatas pada peran-peran 'kreatif'. Semua orang tidak hanya memecahkan masalah tetapi juga menciptakan cara-cara baru untuk menanggapi situasi yang tidak dilihat orang lain. Misalnya ketika seorang guru yang mengubah ruang kelasnya menjadi istana di masa lampau untuk mengajarkan sejarah.

Compassion (Rasa Kasih Sayang)

AI dapat mensimulasikan kepedulian. Namun hanya manusia yang merasakannya dan mengungkapkannya. Keterampilan ini dan kepemimpinan dapat membantu kamu menonjol di tempat kerja

Kasih sayanglah yang membuat kita menjadi manusia di tempat kerja, bukan sekadar karyawan. Kasih sayang mengubah transaksi menjadi hubungan dan tim menjadi komunitas. Contohnya saat manajer yang memperhatikan kinerja karyawan menurun lalu mengetahui bahwa mereka sedang merawat orang tua yang sakit. Ia lalu mengaturkan jam kerja yang fleksibel.

AI dapat menerjemahkan bahasa. Hanya manusia yang dapat mengubah bahasa menjadi makna.

Communication (Komunikasi)

Di tempat kerja, komunikasi menentukan apakah ide akan layu atau berkembang. AI membantu di beberapa momen, menawarkan umpan balik secara struktural atau menyempurnakan contoh. Tetapi yang benar-benar dibutuhkan adalah percakapan tatap muka, pemikiran yang mendalam, dan pergesekan ide. Untuk melakukan itu, kamu perlu mengenal manusia. Dan kamu perlu menjadi manusia.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads