Kabar Terbaru Eks PM Finlandia Sanna Marin Setelah Skandal Pesta Liar
Sosok Sanna Marin sempat mencuri atensi karena mencetak sejarah sebagai pemimpin negara termuda. Wanita tersebut menjadi perdana menteri di usia 34 tahun setelah menjabat sebagai Menteri Transportasi dan Komunikasi. Ia sendiri terjun ke dunia politik sejak usia 27 tahun dan pernah menjadi wali kota Tampere di Pirkanmaa, daerah selatan Finlandia. Tapi sekarang, Sanna tampaknya memutuskan untuk tidak lagi berpolitik.
Dilansir media lokal Yle, Sanna kini memilih untuk bergabung dengan organisasi nonprofit yang diketuai oleh mantan perdana menteri Inggris Tony Blair. Dikatakan jika ia bergabung sebagai konselor strategis untuk 'move on' dari karier sebelumnya.
"Waktunya untuk move on. Aku berkeinginan untuk melangkah ke peran yang baru. Aku juga percaya itu bisa bermanfaat untuk seluruh warga Finlandia. Aku percaya bahwa aku bisa melayani semua pemilih (di Finlandia) dengan baik dan mungkin lebih baik dalam tugas baru ini," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sanna marin Foto: Instagram |
sanna marin Foto: Instagram |
Sebelum memutuskan untuk membuka halaman baru dalam kehidupan kariernya, Sanna Marin sering dipuji sebagai pemimpin yang pragmatis. Karena itu, ia sekarang diberi tugas untuk menyumbang saran kepada para politisi dalam membuat statregi dan kebijakan demi membuat dunia jadi lebih baik.
"Misiku adalah untuk membantu pemimpin politisi di dunia untuk membuat perubahan untuk masyarakat mereka. Sanna Marin tahu apa yang dilakukan. Marin berani dan praktis, mengerti peran yang dapat dimainkan oleh teknologi untuk mewujudkan negara yang lebih efisien dan berpusat pada warga, dan akan menyumbangkan pengalamannya untuk misi kami di lebih banyak negara di seluruh dunia," kata Tony Blair.
Meski berprestasi, mantan PM Finlandia itu sayangnya menuai sejumlah kontroversi selama kepemimpinannya. Sanna Marin bikin heboh karena video yang memperlihatkannya sedang menari dan menyanyi bersama teman-teman selebriti. Dalam postingan yang viral, Sanna menunjukkan sisi lainnya sebagai pemimpin. Ketika itu, ia mengaku merasa kecewa dan membela diri bahwa yang dilakukannya tidak salah.
Beberapa hari kemudian muncul lagi video PM Sanna Marin berpesta. Kali ini di sebuah klub malam. Hal lain yang menjadi sorotan adalah Sanna berdansa dengan seorang pria yang bukan suaminya. Adalah artis Finlandia, Olavi Uusivirta yang dalam video terlihat dekat dengan sang pemimpin. Dikatakan jika video itu diambil di klub malam, Klubi, di Helsinki pada pukul 4:00 awal bulan lalu. Setelahnya, Olavi membantah mereka ada hubungan lebih dari teman.
Kontroversi lain memojokkan Sanna Marin sebagai wanita yang doyan party. Setelah itu seorang temannya, Sabina Särkkä, bikin heboh karena kedapatan berfoto tidak senonoh di rumah dinas sang perdana menteri. Dalam video yang diunggah Sabina ke TikTok, ia juga terlihat berciuman dengan seorang wanita sambil membuka atasan mereka dan menampilkan bagian payudara. Sebelum akhirnya mundur sebagai ketua partai, Sanna pun bercerai dari suami setelah tinggal bersama selama 18 tahun.
(ami/ami)
Olahraga
Puma Velocity Nitro 4 x HYROX, Ringan untuk Lari dan Training
Elektronik & Gadget
iPhone 17 Pro Punya Zoom 8x dan Fast Charging, Worth It Buat Upgrade?
Makanan & Minuman
Cuma 5 Menit Masak! Ini Rahasia Stok Frozen Food Enak & Praktis yang Wajib Ada di Rumah
Kesehatan
Kolesterol Tinggi? Coba Cara Praktis Ini Tanpa Ribet ke Rumah Sakit
Kris Jenner Dijuluki 'Ratu Janda' di China, Jadi Simbol Keberuntungan Gen Z
50 Kata-kata Motivasi Kerja Singkat agar Lebih Semangat Usai Libur Lebaran
Kisah Pria Di-bully di Sekolah Hingga Tempat Kerja, Kini Didekati Banyak Wanita
Tolak Bumil WFH Hingga Sebabkan Bayi Meninggal, Perusahaan Didenda Rp 382 M
8 Cara Atasi Stres Setelah Liburan, Biar Balik Kerja Tetap Waras
Kejahatan Bos 'Kultus Orgasme' yang Manipulasi Anggota, Kini Dipenjara
Momen Kocak Pemotretan Ayu Ting Ting di China, Makeup Belang Bikin Ngakak
Ramalan Zodiak 31 Maret: Aries Lakukan Terobosan, Taurus Lebih Hati-hati
Selena Gomez Ungkap Perjalanan Bipolar, Sempat Salah Diagnosa













































