ADVERTISEMENT

Kisah Sukses Bos Louis Vuitton yang Geser Elon Musk Sebagai Orang Terkaya

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 16 Des 2022 06:00 WIB
PARIS - MARCH 05:  Charlize Theron and Bernard Arnault attend the Christian Dior Ready to Wear show as part of the Paris Womenswear Fashion Week Fall/Winter 2011 at Espace Ephemere Tuileries on March 5, 2010 in Paris, France.  (Photo by Francois Durand/Getty Images) Foto: Getty Images
Jakarta -

Elon Musk bukan lagi orang terkaya nomor satu di dunia. Minggu lalu, CEO Space X dan Tesla tersebut tergeser oleh konglomerat fashion Bernard Arnault. Bernard dikenal sebagai pebisnis dan koleksi seni asal Prancis yang merupakan CEO LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton (LVMH). Sebelumnya, banyak orang tidak familiar dengan sosok Bernard yang berperan penting di balik brand-brand mahal, mulai dari Louis Vouitton hingga Dior.

Dilansir Forbes, Bernard Arnault yang memimpin sekitar 70 brand fashion dan kosmetik memiliki kekayaan mencapai US$186,5 miliar. Sedangkan Elon Musk yang berada di posisi kedua total kekayaannya US$181,3 miliar. Pengusaha lain yang masuk dalam daftar lima besar orang terkaya dunia adalah Gautam Adani, Jeff Bezos, dan Warren Buffet.

elo

Bernard Arnault datang dari keluarga industrial yang dibesarkan sescara elit di Prancis. Setelah lulus kuliah pada 1971, ia mulai bekerja sebagai insinyur di perusahaan konstruksi milik ayahnya, Ferret-Savial. Bernard berhasil mengembangkan bisnis keluarga sampai menjadi chairman tujuh tahun kemudian mengambil alih perusahaan Boussac Saint-Frères yang juga membawahi Christian Dior. Ia lalu menjual hampir semua aset Boussac dan hanya menyisakan Dior juga department store Le Bon Marché.

Pada 1989, Bernard Arnault menjadi pemilik saham terbesar LVMH yang menjadi grup produk gaya hidup mewah. LVMH sendiri sudah mengakuisisi banyak merek terkenal, seperti Louis Vuitton, Dior Sephora, Tiffany & Co, Fendi, Bvlgari, Celine, Guerlin, Givency, Rimowa, Marc Jacobs, Fenty Beuaty, Birkenstock,Y, Kenzo, Loewe, DKNY, Benefit, dan lain-lain.

Pria yang punya gelar Grand Officier de la Légion d'Honneur dan Commandeur des Arts et des Lettres tersebut juga mewariskan perusahaannya untuk menjadi bisnis keluarga. Dikatakan jika pria 79 tahun itu sudah memutuskan yang mana dari lima anaknya yang nanti akan mengambil alih LVMH.

Meski posisinya sudah sangat tinggi bahkan menjadi orang terkaya, Bernard Arnault disebut masih terjun langsung untuk mengembangkan bisnis. Ia mengunjungi hampir 25 toko setiap hari Sabtu, baik brand-nya sendiri maupun kompetitor. Dilansir India Times, ia sering memberikan saran kepada staf termasuk mengenai peletakan produk di toko.

Bernard Arnault diprediksi masih akan menjadi pemimpin LVMH sampai berusia 80 setelah aturan mengenai batasan usia CEO diangkat di Prancis. Salah satu keputusannya yang jadi perhatian baru-baru ini adalah ketika LVMH menjual pesawat pribadinya setelah sering dilacak karena penggunaannya dianggap tidak ramah lingkungan. "Dengan semua cerita itu, grup kami punya pesawat dan kami menjualnya. Hasilnya sekarang tidak ada yang bisa melihat ke mana aku pergi karena aku menyewa pesawat," ungkapnya.

(ami/ami)